Politik Pemerintahan

Ketua RT/RW di Kota Mojokerto Terima Kartu BPJS Ketenagakerjaan

Wali Kota Mojokerto memberikan kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada Ketua RT/RW se-Kota Mojokerto. [Foto: istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemkot Mojokerto memberikan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan kepada Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) se-Kota Mojokerto, Kamis (6/2/2020). Terhitung ada 872 Ketua RT/RW se-Kota Mojokerto yang menerima jaminan sosial tersebut.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memberikan secara simbolis kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan Ketua RT/RW di Kantor Pemkot Mojokerto. Tujuannya sebagai bentuk perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak.

Pemberian jaminan sosial kepada Ketua RT/RW sesuai Peraturan Wali Kota Mojokerto Nomor 94 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Kepatuhan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Kota Mojokerto menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang menjamin kesejahteraan sosial ketenagakerjaan bagi Ketua RT/RW.

“Kami ingin memberikan apresiasi kepada mereka yang telah mencurahkan semua tenaga, waktu dan pikiran demi Kota Mojokerto. Alhamdulillah melalui inovasi ini, kami masuk dalam nominasi 10 besar skala nasional mewakili Jawa Timur,” ungkapnya.

Melalui jaminan sosial ketenagakerjaan untuk Ketua RT/RW ini, telah membawa Kota Mojokerto menjadi satu-satunya kabupaten/kota di Jawa Timur yang berhasil masuk dalam nominasi Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau Paritrana Award 2019-2020. Melalui inovasi tersebut, Kota Mojokerto terbukti mampu bersaing dengan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Selain jaminan sosial ketenagakerjaan untuk ketua RT/RW, ada indikator lainnya yang membuat Kota Mojokerto masuk dalam nominasi sepuluh besar. Seperti jumlah kepesertaan kategori perusahaan di Kota Mojokerto mencapai 98 persen, kemudian kategori pekerja formal masuk dalam angka 52 persen dan yang terakhir informal sebanyak 22 persen.

“Kedepannya, selain Ketua RT/RW kami ingin mewajibkan para atlet baik di Kopda, Kopnas untuk memiliki BPJS Ketenagakerjaan. Karena atlet itu juga beresiko kecelakaan, baik dalam latihan ataupun kejuaraan,” jelasnya.

Usai penyerahan kartu secara simbolis kepada perwakilan RT/RW, Wali Kota Ning Ita bersama rombongan BPJS Ketenagakerjaan berkesempatan memberikan santunan kepada dua warga Kota Mojokerto yang meninggal dunia karena sakit. Yakni keluarga almarhum Soewito, seorang driver ojek online di rumah duka Lingkungan/Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan.

Serta keluarga almarhum Suroto di Lingkungan Keboan, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari. “Santunan ini, merupakan hak untuk keluarga almarhum yang harus diberikan,” tegasnya. [tin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar