Politik Pemerintahan

Pasca Konferda PDIP Jatim

Ketua PDIP Jatim Belum Tentu Ketua DPRD Jatim, Kusnadi atau Untari Berpeluang?

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat berharap kepada Ketua PDIP Jatim 2019-2024, Kusnadi menjadikan konsolidasi Konferda V sebagai satu momentum persiapan pemenangan Pilkada 2020.

“Maka, Ketua DPD yang terpilih mempunyai tanggung jawab untuk membangun struktur hingga tingkat ranting desa/kelurahan sampai tingkat anak ranting. Targetnya Desember 2019 harus sudah tuntas. Harapannya, tahun 2020 mesin partai dan kader partai sudah siap memasuki pesta demokrasi Pilkada di Jatim yang ada 19 daerah. DPP menargetkan kemenangan 60 persen untuk Pilkada seluruh Indonesia,” tegas Djarot usai Konferda V PDIP Jatim di Hotel Wyndham Surabaya.

Djarot dalam kesempatan itu juga menegaskan bahwa Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi tidak secara otomatis bakal menjadi Ketua DPRD Jatim 2019-2024. Ini karena proses pemilihan untuk ketua dan pengurus DPD/DPC berbeda dengan proses pemilihan untuk ketua atau pimpinan DPRD provinsi/kabupaten/kota.

“Bisa berbeda orangnya. Ini karena memang mekanisme dan peraturan partai juga berbeda. Jadi, ketua PDIP Jatim belum tentu nanti dia menjadi Ketua DPRD Jatim. Bocorannya siapa? Nanti itu, belum dibahas. Kita konsolidasi dulu, baru setelah itu kita bahas. Tapi itu semua melalui proses rapat DPP. DPP nanti yang menugaskan, karena pada dasarnya semua kader adalah petugas partai yang harus siap ditugaskan di manapun juga,” tukas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Untuk susunan Ketua, Sekretaris dan Bendahara PDIP Jatim 2019-2024 tidak berbeda dengan kepengurusan sebelumnya. Yakni, tetap dipegang Ketua Kusnadi, Sekretaris Sri Untari dan Bendahara Wara Sundari Renny Pramana. Mereka bertiga sama-sama lolos sebagai anggota DPRD Jatim 2019-2024.

Kusnadi pada periode saat ini 2014-2019 menjabat Wakil Ketua DPRD Jatim, sedangkan Sri Untari adalah Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim. Sedangkan, Wara Sundari Renny Pramana pada periode sekarang adalah Wakil Ketua DPRD Kota Kediri. Ketiganya mempunyai peluang yang sama menjadi Ketua DPRD Jatim 2019-2024. Tetapi siapa paling berpeluang?

“Biasanya kalau sudah ditugaskan menjadi Ketua DPD, tidak menjadi Ketua DPRD Jatim. Tetapi itu menjadi kewenangan DPP. Jatim sejarah baru dipimpin Gubernur perempuan kali pertama yaitu Khofifah Indar Parawansa. Jadi sejarah baru di Jatim, jika gubernurnya perempuan dan Ketua DPRD Jatim juga perempuan. Lihat saja nanti seperti apa keputusan DPP,” ungkap sumber beritajatim.com di lingkungan PDIP.

Untuk diketahui, dalam pemilu legislatif dan pilpres kali ini PDI Perjuangan tercatat menang besar. Untuk pilpres, PDIP bersama partai-partai pendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin berhasil menyumbang perolehan suara yang signifikan.

Sementara untuk pemilu legislatif, PDI Perjuangan berhasil meraih 27 dari 120 kursi yang diperebutkan. Periode sebelumnya meraih 19 dari 100 kursi. Raihan 27 kursi menorehkan catatan bagi PDI Perjuangan sebagai partai yang terbanyak meraih kursi untuk DPRD Jawa Timur pada Pemilu 2019.

“Sepanjang sejarah pemilu di Jawa Timur, ini pertama kali PDI Perjuangan meraih kursi terbanyak. Sebelum-sebelumnya hanya pada posisi runner up,” tutur Ketua DPD PDIP Jatim Kusnadi. [tok/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar