Politik Pemerintahan

Ketua PCNU Kencong Usulkan ASN Pakai Sarung Batik Khas Jember

Para ASN Pemkab Jember mengenakan sarung setiap Jumat [foto: jemberkab.go.id]

Jember (beritajatim.com) – Ketua Pengurus Nahdlatul Ulama Cabang Kencong Zainil Ghulam menyambut baik kebijakan pemakaian sarung setiap Jumat, pada kalangan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Menurut Ghulam, sarung adalah pakaian khas Indonesia. “Lebih-lebih banyak dipakai kalangan santri. Dan biasanya sarung di Indonesia dipakai untuk ibadah. Jadi kalau pakaian sarung ini diberlakukan di hari Jumat, minimal para pejabat Pemkab Jember bisa menjaga dirinya untuk tidak berbuat maksiat, karena malu dengan pakaian sarungnya,” katanya, Senin (15/3/2021).

Ghulam mengakui bahwa pemakaian sarung bukan berarti otomatis menghindarkan maksiat. “Tapi minimal ketika kita pakai pakaian Islami, baju koko dan sarung, kita lebih bisa mengingat Allah SWT sehingga tidak berbuat maksiat, istikomah, dan disiplin dalam menjalankan tugas-tugas sebagai pejabat Pemkab Jember,” katanya.

Ghulam mengusulkan kepada Bupati Hendy Siswanto agar sarung yang dipakai para ASN adalah batik khas Jember. “Saya berharap Bapak Bupati bisa mengampanyekan sarung khas batik Jember untuk promosi keluar daerah,” katanya.

Kebijakan ini ditetapkan Bupati Hendy melalui surat edaran tertanggal 12 Maret 2021. “Hari Jumat pakai sarung. Semangat Jember kota reliji,” katanya.

Setiap aparatur sipil negara pria beragama Islam di Pemerintah Kabupaten Jember wajib mengenakan pakaian muslim warna putih dan sarung setiap Jumat. ASN Muslimah mengenakan pakaian warna putih seusai senam pagi. Sementara ASN non muslim tidak diwajibkan. [wir/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar