Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Ketua Parpol Ramai-ramai Datangi Jatim dan Khofifah, Apa Maunya?

Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Surabaya (beritajatim.com) – Dalam kurun waktu sebulan terakhir ini, sejumlah elit parpol mulai ketua umumnya hingga sekjen ramai-ramai ‘tebar pesona’ di Jatim. Mereka semua punya niat politik jangka panjang.

Bisa jadi mereka ingin ‘melamar’ Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa untuk bersanding di Pilpres 2024. Atau bisa saja mereka ingin menggaet suara Muslimat NU di Pemilu 2024. Khofifah sendiri saat ini masih menjabat pimpinan tertinggi di Muslimat NU dan belum lama ini ditunjuk menjadi salah seorang Ketua PBNU di kabinet KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Sekjen Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Sejumlah elit politik memang telah melakukan safari politik ke Jawa Timur dan mayoritas melakukan pertemuan dengan Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Mulai dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua Umum PKB Cak Imin, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Pengamat politik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Agus Mahfudz Fauzi kepada beritajatim.com, Selasa (22/3/2022) mengatakan, para ketua umum partai itu rame-rame datang karena Jawa Timur sebagai arena strategis dalam proses politik.

“Ini dilihat dari jumlah pemilih yang banyak di Jatim sekitar 30 juta jiwa, gubernur yang memimpin mempunyai daya tawar politik dan Jatim menjadi penentu dalam kontestasi politik. Sehingga, mereka datang ke Jatim untuk meraih salah satu atau semuanya jika bisa,” tegas Agus yang pernah menjadi komisioner KPU Jatim ini.

Agus juga menilai keinginan elit parpol untuk menjadikan Khofifah sebaga orang nomor dua di Indonesia (cawapres), merupakan hal yang wajar. “Mereka juga ingin melakukan tes ke publik bagaimana responnya. Ini terlihat dari beberapa baliho yang dipasang di Jatim, foto Khofifah dengan sejumlah tokoh politik,” katanya.

“Sebagian besar berharap Khofifah bersedia sebagai orang nomor dua, namun dengan syarat minimal mampu membawa gerbong Muslimat NU dan Jawa Timur. Adapun dukungan gerbong parpol bukan yang utama,” imbuhnya.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Sementara itu, pakar komunikasi politik dari lembaga survei KedaiKOPI, Hendri Satrio dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, safari politik wajar dilakukan para elit partai politik. Apalagi, Khofifah salah satu kepala daerah perempuan yang masuk radar Pilpres 2024. Karena, elektabilitasnya memang moncer.

Tentu saja, semua tak datang dari langit begitu saja. Namun, berkat kinerjanya sebagai gubernur yang cukup menonjol. Poin lainnya, Khofifah adalah Ketua Umum PP Muslimat NU yang punya massa akar rumput kuat. Apalagi dia termasuk dalam 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia. “Wajar kalau elit politik melakukan penjajakan politik dengan Khofifah. Mungkin untuk Pemilu 2024,” ujar Hendri.

Hendri mengatakan, elektabilitas Khofifah di sejumlah lembaga survei bagus. Berdasarkan hasil survei KedaiKOPI, elektablitas Khofifah meraih angka 7,3 persen. Khofifah juga berhasil membangun Jawa Timur. Sebagai tokoh perempuan Muslimat NU, Khofifah juga memiliki massa besar di NU dan dukungan dari banyak kalangan.

“Kiprah Khofifah di pemerintahan dan legislatif tidak diragukan lagi. Jadi, tidak bisa dipungkiri kalau Khofifah menjadi magnet elektoral baru bagi para elit partai dalam menghadapi 2024,” ucap Hendri.

Selain punya banyak kelebihan, Khofifah kata Hendri, bisa menjadi calon alternatif di Pilpres 2024. “Beliau sudah teruji baik di pemerintahan dan legislatif. Dengan begitu, Khofifah akan menjadi magnet besar di 2024,” tandasnya.

Sebelumnya, hasil Survei Nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mempunyai tingkat kedisukaan tinggi untuk bersaing dengan tokoh lain dalam Pemilu Presiden tahun 2024. “Karena untuk dipilih seorang yang dikenal harus disukai, sehingga dipilih (eletabilitas). Maka untuk sementara yang paling kompetitif untuk dikampanyekan adalah Khofifah,” kata Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad di Jakarta beberapa waktu lalu. [tok/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar