Politik Pemerintahan

Ketua NU Jember Doakan Salam-Ifan Sebelum Daftar Pilkada

Jember (beritajatim.com) – Ketua Tanfiziyah Pengurus Nahdlatul Ulama Cabang Jember Abdullah Syamsul Arifin dan Ketua Tanfiziyah PCNU Kencong Zainil Ghulam ikut melepas keberangkatan pasangan calon bupati dan wakil bupati, Abdus Salam dan Ifan Ariadna Wijaya, ke Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (5/9/2020).

Gus Aab, sapaan akrab Abdullah, memimpin doa bersama petinggi tingkat kabupaten dari enam partai politik, yakni PDI Perjuangan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional, Partai Berkarya, Partai Golkar, dan Perindo di kantor Dewan Pengurus Cabang PKB sebelum berangkat. Usai pendaftaran, Zainil Ghulam juga mendatangi Rumah Makan Lestari, tempat Salam dan Ifan makan bersama tim, usai mendaftar di KPU.

Gus Aab mengatakan, jauh-jauh hari Ifan sudah sudah berkoordinasi dengan PKB dan jaringan NU hingga tingkat ranting. Bahkan komitmen antara kedua belah pihak sudah terbentuk dengan Ifan. Komitmen ini tak berubah, ketika Ifan bergandengan dengan Salam sebagai calon wakil bupati.

Mereka sudah menandatangani kontrak jam’iyyah dengan PKB. “Isi kontrak politik dengan PKB itu untuk kepentingan nahdliyyin dan nahdliyyat,” kata Gus Aab.

Kontrak politik ini disaksikan banyak kiai. “Ada sekitar 200 kiai yang ikut menandatangani saksi di kontrak itu. Isinya antara lain terkait dengan garis perjuangan ahlussunnah wal jamaah dan kelancaran garis dakwah NU.” kata Gus Aab.

Abdullah mengatakan, NU secara organisasi tak bisa terlibat politik praktis secara langsung. “Tapi pribadi-pribadi warga dan pengurus NU kan juga punya hak politik yang harus disalurkan. Juga ada tanggung jawab pengurus untuk memberikan arahan kepada warga yang membutuhkan dan belum mampu pada kapasitas memilih secara mandiri. Ada arahan-arahan untuk kepentingan jam’iyyah yang lebih luas,” katanya.

“Saya kira tidak usah dipolemikkan lagi,” kata Abdullah. Menurutnya, jika jamaah NU hingga level paling bawah tidak dikonsolidasikan dan justru bergerak parsial, maka tidak akan ada kontribusi nyata untuk kepentingan jam’iyyah. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar