Politik Pemerintahan

Ketua MUI Ajak Warga Kota Mojokerto Tolak Gerakan People Power

Mojokerto (beritajatim.com) – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Mojokerto mengajak warga Kota Mojokerto untuk menolak gerakan People Power. Gerakan tersebut dimungkinkan akan memicu tindakan anarkis dan mengganggu stabilitas kamtibmas

“People Power yang akhir-akhir ini viral di medsos, seluruh warga Kota Mojokerto agar bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang selama ini sudah berjalan aman, sejuk dan damai,” kata Ketua MUI Kota Mojokerto, KH Rofi’i Ismail, Kamis (16/5/2019).

People power menurut para tokoh agama tersebut sama artinya dengan kekuatan masyarakat. Sehingga gerakan People Power merupakan istilah politik yang menunjukan kekuatan masyarakat untuk menjatuhkan setiap gerakan sosial yang otoriter.

“Mereka berusaha melakukan perlawanan dan bentuk protes pasca Pemilu, 17 April 2019 lalu. Negara kita adalah negara hukum, segala sesuatunya sudah diatur dalam Undang-undang. Mari bersama-sama menjaga dan memelihara situasi kamtibmas wilayah ini agar tetap aman dan kondisif,” tuturnya.

Menurutnya, apabila ada tindakan yang melanggar tentunya akan ada konsekwensi hukum. Sehingga tokoh agama di Kota Mojokerto menghimbau kepada seluruh warga Kota Mojokerto untuk bersama-sama menjaga dan memelihara situasi kamtibmas wilayah agar tetap aman dan kondisif.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar