Politik Pemerintahan

Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro: Sistem Pembangunan di Bojonegoro Sudah ‘Konslet’

Rapat Komisi D DPRD Bojonegoro dengan sejumlah OPD untuk Pengadaan Barang dan Jasa Pemkab Bojonegoro.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Abdullah Umar menilai sistem pembangunan khususnya pengadaan barang dan jasa yang ada di Pemkab Bojonegoro sudah ‘konslet’.

Umar menegaskan, bahwa sistem pengadaan barang dan jasa yang dilakukan sejauh ini masih amburadul. Bahkan, antarorganisasi perangkat daerah (OPD) masih belum sejalan dalam membangun komunikasi. Sehingga mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaan tidak berjalan maksimal. “Sistem pembangunan daerah Bojonegoro masih amburadul. Dalam artian, masing-masing OPD belum sejalan,” ujar Umar, Jumat (10/7/2020).

Makanya, lanjut politisi asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, untuk mengurai permasalahan tersebut harus ada komitmen bersama terlebih dahulu antar OPD. Sehingga, potensi pelanggaran, maupun kegagalan proyek bisa diminimalisir.

Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto menambahkan, beberapa hal yang diperoleh dari diskusi dengan Bagian Pembangunan Setda, Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda, Dinas PU Bina Marga, Dinas PU Sumber Daya Air, Dinas PKP Cipta Karya, dan Konsultan Perencana diharapkan bisa memperbaiki sistem pembangunan Bojonegoro kedepan.

“Beberapa hal yang didiskusikan juga adalah maraknya penawaran pengadaan barang dan jasa dari kontraktor melebihi 20 persen, sampai 30 persen. Nah, yang kita khawatirkan karena penawarannya sangat rendah sehingga mutu dan kualitas tidak sesuai perencanaan,” jelasnya.

Sementara Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Bojonegoro Siswoyo mengatakan, sejauh ini pihaknya mengaku sudah bekerja sesuai dengan sistem. Termasuk, dalam pemilihan pengawasan proyek pihaknya melakukan sesuai dengan prosedur klasifikasi tender.

“Di kami tidak ada untuk mengutamakan harus perusahaan ini karena milik siapa, kami juga tidak hapal satu persatu, sesuai prosedur saja,” ujarnya. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar