Politik Pemerintahan

Ketua Komisi A DPRD Jember Minta Bawaslu dan Gakumdu Kompak

Logo Bawaslu

Jember (beritajatim.com) – Tabroni, Ketua Komisi A DPRD Jember, Jawa Timur, meminta kepada Badan Pengawas Pemilu dan Sentra Gakumdu (Penegakan Hukum Terpadu) yang terdiri atas polisi dan jaksa agar kompak. Kekompakan diperlukan untuk menangani laporan dan temuan pelanggaran aturan dalam pemilihan kepala daerah tahun ini.

Seruan agar kompak ini mengacu pada peristiwa tahun lalu, saat Bawaslu memproses kasus dugaan pelanggaran aturan pemilu oleh Bupati Faida yang mengampanyekan suaminya di dalam forum resmi kepala desa. “Bawaslu sudah memutuskan (Bupati Faida terindikasi bersalah), tetapi tidak ada kesepakatan dengan kepolisian dan kejaksaan (untuk menindaklanjuti),” kata Tabroni, Minggu (21/6/2020).

Tabroni, Ketua Komisi A DPRD Jember

Saat itu, hasil rapat Sentra Gakumdu (Penegakan Hukum Terpadu) yang melibatkan kepolisian dan kejaksaan menyimpulkan belum ada cukup unsur adanya pelanggaran aturan pemilu. Akhirnya rapat memutuskan penanganan kasus yang berasal dari temuan Bawaslu Jember ini dihentikan.

Tabroni ingin ke depan keputusan soal pelanggaran dalam pilkada benar-benar dirasakan sebagai keputusan bersama. “Agar pilkada berjalan sesuai dengan harapan masyarakat. Artinya Sentra Gakumdu benar-benar berfingsi secara maksimal,” katanya.

Tabroni meminta Bawaslu Jember mengajak masyarakat agar berpartisipasi dalam pengawasan pilkada. “Bawaslu menjadi garda terdepan menegakkan pengawasan dan penindakan agar pilkada bisa berlangsung secara jujur, adil, dan bermartabat,” katanya. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar