Politik Pemerintahan

Ketua HWK Jatim Pertanyakan Alasan Pencopotan Dirinya

Martanty Soenar Dewi

Surabaya (beritajatim.com) – Martanty Soenar Dewi mengaku kecewa berat dengan keputusan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Wanita Karya (DPP HWK) yang menonaktifkan dirinya secara sepihak sebagai Ketua DPD HWK Provinsi Jawa Timur.

“Sebagai organisasi besar seharusnya mengerti apa yang mesti dilakukan. Ini kok tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba keluar SK Plt Ketua HWK Jatim. Orang yang diberi tugas juga bukan pengurus DPP HWK, satu tingkat di atas,” kata Martanty kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (1/5/2021).

Sebagaimana diketahui DPP HWK telah mengeluarkan surat keputusan penonaktifan Dra Martanty Soenar Dewi, MM sebagai Ketua DPD HWK Jawa Timur periode 2019-2024. SK bernomor SKEP-005/DPP/HWK/V/2021, tertanggal 1 Mei 2021 ini diteken Ketua Umum DPP HWK Ir Danny Soedarsono dan Sekjen Dra Corry Y Soekotjo Msi.

Martanty digantikan Dra Hj Tjaturina Yuliastuti MM. Saat ini Tjaturina adalah Ketua DPD Golkar Kabupaten Jombang, istri mantan Ketua DPD Golkar Jawa Timur Nyono Suharly (mantan Bupati Jombang).

Dalam SK tersebut disebutkan bahwa salah satu pertimbangan keluarnya Plt Ketua, Martanty dianggap tidak aktif dalam waktu setahun terakhir dan memperhatikan surat DPD HWK Jawa Timur bernomor :28/DP-Prov/HWK Jatim/lV/2021, tentang permohonan pengesahan Plt Ketua dan Kepengurusan DPD Jawa Timur.

Surat DPD HWK Jawa Timur diajukan ke DPP HWK diterbitkan tanggal 22 April 2021 diteken Wakil Ketua Bidang OKK Dra Hj Teminatoen Moeghni dan Sekretaris Erna Windhihati Waspadani.

Martanty mengaku dalam setahun terakhir dirinya tengah melakukan persiapan mengikuti Pilkada Kabupaten Gunung Kidul, lalu usai pilkada secara kebetulan dirinya juga mengalami sakit.

Sedangkan tugas tugas organisasi sementara telah diserahkan kepada para wakil ketua yang membidangi dan dirinya terus memantau kegiatan kegiatan organisasi. Termasuk Munas HWK beberapa waktu lalu.

Menjelang Munas HWK di Jakarta dirinya juga mendapat laporan dari delegasi Jawa Timur yakni Erna Windhihati dan Nurul. Keberangkatan ke Jakarta, kata Martanty, dirinya juga menyiapkan uang transport sebagai tanggung jawab ketua.

Pihaknya juga mempertanyakan tentang rapat di rumah Tjaturina di Jombang yang menghasilkan keputusan lahirnya Plt Ketua baru DPD HWK Jawa Timur. “Itu jelas rapat gelap dan yang hadir di situ banyak bukan pengurus HWK Jawa Timur,” kata Martanty.

Pertemuan di rumah Tjaturina yang kemudian ditunjuk oleh DPP HWK sebagai Plt Ketua HWK JawaTimur jelas tidak berdasar. “Selama ini HWK Jawa Timur organisasinya berjalan, kok tiba tiba saja muncul Plt ketua. Ini ada apa?” tanyanya.

Dalam kesempatan itu, Martanty juga menyatakan bahwa hasil komunikasi dengan Ketum DPP HWK Danny melalui WhatsApp, yang menyarankan agar dirinya melakukan konsolidasi organisasi dan itu berjalan.

“Tiga hari lalu Ibu Danny memberikan saran agar HWK Jawa Timur melakukan konsolidasi organisasi. Dan, ini tengah dipersiapkan. Rencananya rapat konsolidasi itu akan dilakukan pada Jumat depan, dikemas dengan acara buka puasa bersama. Penetapan waktu itupun hasil masukan dari pengurus dengan harapan semua pengurus bisa datang. Tapi hari ini keluar SK Plt Ketua HWK Jatim,” pungkasnya. [tok/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar