Politik Pemerintahan

Ketua Gerindra Jember: Interpelasi Tak Istimewa, Jangan Fobia

Jember (beritajatim.com) – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Jember Moh. Satib menganggap penggunaan hak interpelasi oleh DPRD sebagai hal biasa. Tidak ada yang perlu ditakuti.

“Saya pikir tidak ada yang istimewa dengan interpelasi. Sekarang banyak orang yang ribut karena mereka fobia terhadap kata interpelasi,” kata Satib, Selasa (24/12/2019). Padahal interpelasi adalah hak konstitusional DPRD Jember.

DPRD Jember, Jawa Timur, resmi menggunakan hak interpelasi, Senin (23/12/2019). Ada sejumlah pertanyaan yang diajukan kepada Bupati Faida dan diharapkan akan dijawab dalam sidang paripurna yang akan digelar pada 27 Desember 2019 di gedung DPRD Jember.

Satib mengatakan, interpelasi adalah hak anggota DPRD dalam melakukan penyikapan terhadap eksekutif. “Hal yang wajar ketika Dewan melakukan interpelasi ke eksekutif karena ada beberapa hal yang perlu dijelaskan,” katanya.

Selama jawaban dan penjelasan eksekutif terhadap pertanyaan DPRD Jember masuk akal dan memuaskan, maka interpelasi dianggap selesai. “Jangan terlalu jauh memikirkan interpelas, kemudian hak angket, lalu pemakzulan. Itu jauh, prosesnya panjang,” kata Satib.

“Yang penting interpelasi atau hak bertanya dari Dewan itu jalan, harus kita pahami bersama bahwa negara kita menganut trias politika,” kata Satib. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar