Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Ketua Gerindra Jatim: Anak Muda Pemimpin Masa Depan

Surabaya (beritajatim.com) – Ketua DPD Partai Gerindra Jatim, Anwar Sadad (Gus Sadad) terus menyapa anak-anak muda. Momen tersebut terekam saat Sadad membuka acara Gelar Cipta Karya (GCK) di SMK Manbaul Ulum, Bondowoso, Kamis (24/3/2022).

Sadad mengatakan, anak-anak muda adalah pemimpin masa depan, sehingga mereka harus dipersiapkan dengan matang. Ia mengajak anak muda bekerja keras dan tidak takut dengan tantangan zaman.

“Mesti dilakukan secara serius, karena tantangan hari ini berbeda dengan tantangan masa depan. Karena anak muda di era sekarang memiliki kelebihan dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Ciri khas generasi muda saat ini memiliki 4C,” ujar Sadad.

Sadad menjelaskan, definisi 4C tersebut. 4C ialah couriocity (rasa ingin tahu) yang membuat mereka menjadi lebih creative. Anak-anak muda juga punya kemampuan communicative yang lebih canggih, sehingga mereka bisa lebih collaborative dengan elemen anak muda lain lainnya.

“Karena pada dasarnya anak muda sekarang bagian dari borderless society, tak lagi dibatasi oleh wilayah teritorial negara. Nah, tugas kita adalah mengawal mereka, mengarahkan mereka, sehingga pada saatnya mereka siap menjadi pemimpin di masanya,” ungkapnya.

Wakil Ketua DPRD Jatim ini juga mengapresiasi sejumlah karya siswa SMK Manbaul Ulum yang merupakan lembaga pendidikan dari Pondok Pesantren Manbaul Ulum di Desa Tangsil Wetan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso. Ada total 812 karya dipamerkan dalam GCK yang dilaksanakan di halaman Ponpes asuhan Bupati Salwa Arifin itu.

Pria yang masuk bursa Cagub Jatim 2024 menurut sejumlah survei lokal ini menyebut, cipta karya menjadi pemacu kreativitas para santri-santriwati dan siswa-siswi di SMK Manbaul Ulum.

“GCK ini juga dinilainya menjadi acara paling efektif untuk menyiapkan calon-calon pemimpin di masa yang akan datang. Mereka dibekali dengan seperangkat skill baik secara akademik atau teknik. Maupun kemampuan sebagai pemimpin dalam menemukan solusi problematika yang dihadapi masyarakat,” bebernya.

Keluarga besar Ponpes Sidogiri ini menyebut, GCK menjadi tempat yang efektif untuk mendidik ekonomi kreatif. Sehingga, dengan anak didik ini bisa menjadi anak yang produktif di masa yang akan datang.

Dirinya juga mendorong agar ke depan santri-santri dan siswa-siswa bisa menelurkan gagasan besar yang selanjutnya. Nantinya, gagasan itu akan dikampanyekan ke seluruh dunia menjadi sesuatu yang bersumber dari nilai-nilai agama yang dipelajari di SMK Manbaul Ulum.

“Santri-santri jangan berkecil hati, Jangan punya inferiority complex bahwa seorang santri tak bisa memacu kemampuan. Di bawah asuhan guru-guru luar biasa, para santri juga bisa,” katanya.

Sementara, Kepala Sekolah SMK Manbaul Ulum, Khoirul Baqi, menerangkan, kegiatan tersebut tak hanya untuk menunjukkan kreasi hasil karya siswa siswinya yang menempuh pendidikan di lima jurusan. Yakni, teknik dan bisnis sepeda motor, tata busana, multimedia, farmasi klinis dan komunitas, serta agribisnis tanaman pangan dan hortikultura. “Sekaligus, juga mempersiapkan generasi bangsa ini untuk siap dalam menghadapi industri 4.0. Kita mempersiapkan industri 4.0,” ujarnya.

Pihaknya juga menggandeng banyak pelaku UMKM di Bondowoso untuk membuka peluang di tengah-tengah stagnasi ekonomi akibat pandemi COVID-19. Karena itulah dalam acara tersebut terdapat 14 stand. Terdiri dari, 6 stand untuk memamerkan produk pelajar, dan sisanya untuk pelaku UMKM. (tok/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar