Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Ketua DPRD Lamongan: Vaksinasi dan Taat Prokes Kunci Tekan Ledakan Covid-19

Ketua DPRD Lamongan, H Abdul Ghofur

Lamongan (beritajatim.com) – Komisi D DPRD Lamongan menggelar rapat khusus terkait penanganan pandemi Covid-19 bersama Kepala Dinas Kesehatan dr. Taufik Hidayat, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soegiri, dr Moch Chaidir Annas M.M.Kes, Direktur RSUD Ngimbang dr. Ainy Mas’idha, dan Kepala BPBD Lamongan Drs Mugito di Gedung DPRD setempat pada Sabtu (3/7/2021).

Ketua DPRD Lamongan, H Abdul Ghofur yang juga memimpin saat jalannya rapat tersebut mengungkapkan, bahwa rapat kali ini dimaksudkan untuk merumuskan langkah-langkah yang harus segera diambil dengan cepat dalam mengantisipasi lonjakan Covid-19 di Lamongan.

 

Pada kesempatan tersebut, H Abdul Ghofur menyampaikan apresiasinya kepada RSUD dr Soegiri maupun RSUD Ngimbang, meski di saat yang sulit seperti ini, keduanya tetap memberikan pelayanan yang terbaik, khususnya bagi masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Dari laporan yang kami terima bahwa RSUD dr Sugiri dan RSUD Ngimbang tidak pernah menolak pasien, baik itu yang terpapar Covid-19 maupun yang tidak terpapar. Kapasitas IGD juga sudah ditambah sehingga bisa lebih banyak lagi pasien yang bisa ditangani,” kata Abdul Ghofur kepada wartawan usai rapat.

Terkait angka kematian pasien Covid di RSUD, Abdul Ghofur membeberkan, bahwa sampai saat ini angka mortalitas (kematian) pasien Covid di RSUD sebenarnya kecil, yakni hanya sekitar 6 % dari seluruh pasien positif Covid yang masuk.

“Namun karena yang masuk jumlahnya banyak, sehingga seakan-akan banyak yang meninggal, padahal sebenarnya lebih banyak yang sembuh jika dibanding dengan yang meninggal dunia karena Covid-19,” sambungnya.

Lebih lanjut, terkait munculnya kabar tentang mahalnya biaya pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang mencapai puluhan juta, Abdul Ghofur menegaskan, bahwa kabar tersebut tidak benar.

“Hal itu tidak benar, karena untuk biaya pemulasaraan jenazah termasuk peti dan lain-lain totalnya hanya Rp 3,5 juta,” tegasnya.

Suasana saat rapat bersama yang dipimpin oleh Ketua DPRD Lamongan, H Abdul Ghofur, di Gedung DPRD Lamongan, Sabtu (3/7/2021)

Selanjutnya, Ketua DPRD Lamongan itu juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan mengikuti vaksinasi. Menurutnya, keberhasilan dari penanggulangan Covid-19 ini sangat bergantung pada bagaimana masyarakat mensikapinya.

“Berapa pun banyaknya penambahan kapasitas tempat perawatan pasien di RSUD, selama masyarakat tidak mematuhi prokes dan enggan untuk divaksin, maka tetaplah tidak akan mampu menampung jika ada ledakan penderita Covid yang masuk RSUD,” tuturnya.

Oleh karena itu, Abdul Ghofur memohon kepada masyarakat untuk mengikuti aturan selama PPKM Darurat diberlakukan, “Demi keselamatan kita semua, dan demi kecintaan kita kepada masyarakat Lamongan, saya mengimbau kepada masyarakt untuk patuhi prokes dan kurangi aktifitas di luar rumah,” pungkasnya.[riq/ted]

Rekomendasi yang Dihasilkan dari Rapat

Berdasarkan data yang dihimpun dari rapat yang dimulai pada pukul 13.00 Wib, bertempat di Gedung DPRD Lamongan, Sabtu (3/7/2021). Diketahui beberapa rekomendasi yang dihasilkan pada rapat komisi D yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD tersebut, antara lain :

1. Memastikan implementasi serta penerapan PPKM darurat yang maksimal.
2. Melakukan tracing dan testing lebih masif dengan melibatkan lapisan pemerintahan terbawah
3. Menyiapkan dan mengaktifkan isolasi komunal di desa-desa untuk pasien Covid-19 tanpa gejala maupun dengan gejala ringan.
4. Mempercepat dan memastikan vaksinasi di Lamongan sesuai target untuk menciptakan herd immunity
5. Tidak boleh ada penolakan pasien Covid-19 di semua lini fasilitas kesehatan.
6. Penambahan tempat tidur perawatan Covid di seluruh RS, baik milik pemerintah maupun swasta.
7. Memanfaatkan secara maksimal fasilitas kesehatan yang ada untuk penanganan pasien Covid
8. Menambah tenaga kesehatan dan tenaga lain untuk perawatan pasien Covid-19 di RSUD dan Rumah Sakit Lapangan
9. Memastikan ketercukupan obat-obatan dan sarana penunjang untuk perawatan pasien Covid-19 dan pemulasaran jenasah.
10. Edukasi kepada mudin lingkungan desa tentang tata cara perawatan jenazah Covid yang baik dan benar.


Apa Reaksi Anda?

Komentar