Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Ketua DPRD Jombang Sayangkan Kerumunan Massa di Acara Peresmian Trotoar

Bupati Mundjidah berikut jajaran Forkopimda Jombang melakukan foto bersama dengan latar ribuan orang yang memadati Jl KH Wahid Hasyim, Minggu (12/12/2021) malam

Jombang (beritajatim.com) – Ketua DPRD Jombang Mas’ud Zuremi sangat menyayangkan adanya kerumunan massa dalam acara peresmian proyek rehabilitasi drainase/trotoar sepanjang 2,1 Km di Jalan KH Wahid Hasyim, Minggu (12/12/2021) malam. Pasalnya saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Sedangkan Jombang masih menerapkan PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 1.

Namun demikian, Mas’ud berharap tidak lonjakan kasus Covid-19 setelah acara itu. “Apalagi saat ini ada Covid-19 varian baru. Saya sangat menyayangkan hadirnya ribuan masyarakat yang menimbulkan kerumunan. Mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu,” kata Mas’ud Zuremi, Senin (13/12/2021).

Mas’ud mengakui, dirinya juga mendapatkan undangan dan hadir dalam acara itu. Anggota dewan lainnya juga hadir. Namun demikian, Masud tidak tahu bahwa peresmian proyek rehabilitasi drainase/trotoar juga dihadiri ribuan orang. Mereka memadati sepanjang jalan KH Wahid Hasyim. Mas’ud juga tidak tahu acara tersebut juga dimeriahkan bazar UMKM.

“Saya tahu ada undangan jam empat sore. Saya kemudian hadir di pendapa Pemkab Jombang, dari situ kita bergerak ke lokasi, yakni di perempatan Kebon Rojo Jombang. Nah, ternyata di sepanjang jalan sudah banyak orang,” ujar politikus PKB ini.

Mas’ud menegaskan bahwa dirinya tidak tahu kalau acara peresmian trotoar itu dihadiri ribuan orang, sehingga memicu kerumunan. Dia baru tahu ketika berada di lokasi. “Jadi ketika ada orang tak bermasker, berkerumun, itu di luar kewenangan kita. Kami sudah omong-omong dengan bupati. Dan berharap ke depan tidak terjadi hal serupa,” kata Masud.

Dari kejadian itu, Ketua DPRD Jombang berharap kedepan, apapun yang dilaksanakan oleh Pemkab harus berkordinasi dengan OPD (organisasi perangkat daerah), Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). “Termasuk kami yang ada di DPRD. Sehingga semua bisa bersama-sama mengantisipasi,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Jombang Mundjidah Wahab meresmikan proyek rehabilitasi drainase/trotoar sepanjang 2,1 Km di Jalan KH Wahid Hasyim, Minggu (12/12/2021) malam. Peresmian proyek senilai Rp 16,7 miliar itu ditandai dengan gelaran car free night (CFN).

Tentu saja, warga Jombang berdatangan ke lokasi. Mereka memadati sepanjang Jl KH Wahid Hasyim. Ironisnya, ribuan pengunjung yang datang tersebut mengabaikan protokol kesehatan (prokes). Mereka tidak menjaga jarak, bahkan masih terlihat pengunjung yang tidak memakai masker. Datangnya masyarakat ke lokasi juga dipicu adanya pameran produk UMKM di lokasi.

Bukan hanya itu, sejumlah pejabat yang hadir juga terlihat asyik berswafoto dengan pengunjung. Lagi-lagi, mereka mengabaikan prokes. Peresmian rehabilitasi jalan KH Wahid Hasyim ditandai dengan pemencetan tombol sirine peresmian proyek bersama-sama oleh Bupati Mundjidah, Wabup Sumrambah dan jajaran forkopimda. Dilanjutkan penandatanganan prasasti oleh Bupati Mundjidah. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar