Politik Pemerintahan

Ketua DPD Minta Pemerintah Percepat Proses Penanaman Kedelai Unggul Lokal

Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti (kiri) [foto: istimewa]

Jember (beritajatim.com) – Ketua Dewan Perwakilan Daerah RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti berharap pemerintah bisa mempercepat proses penanaman varietas kedelai unggul produksi lokal hasil pengembangan Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi).

“Dari varietas ini, kita akan akan mendapatkan kedelai lokal berukuran besar dengan kualitas baik,” kata La Nyalla, dalam rangkaian kunjungan ke Jember, Jatim, Jumat (19/2/2021). Komoditas varietas kedelai unggul ini juga akan menegaskan posisi Jawa Timur sebagai salah satu wilayah penghasil kedelai terbesar di Indonesia.

La Nyalla berharap dengan varietas unggul, Jawa Timur bisa menghasilkan produksi kedelai yang tinggi dan dapat menutupi defisit kedelai produksi dalam negeri. Ia mengingatkan, Indonesia pernah mencatat masa swasembada kedelai pada 1992. Saat itu, luas panen kedelai di seluruh Indonesia mencapai 1,889 juta hektar sehingga produksi melimpah.

“Sekarang diperlukan luasan total lahan yang lebih dari itu, jika ingin mencapai swasembada. Tetapi tentu harus disiapkan bibit dan saprodi yang baik, sehingga biaya produksi tidak lebih mahal dari impor,” kata La Nyalla bersemangat.

Dalam sepekan terakhir ini, harga kedelai impor mengalami kenaikan yang cukup signifikan, berkisar pada Rp 2.500-Rp 3.000 per kilogram. Padahal kedelai impor selalu menjadi pilihan dibanding kedelai lokal yang sering dikeluhkan kurang bersih.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur mencatat setiap tahun terjadi defisit komoditas kedelai. Pada 2020 kebutuhan kedelai di Jawa Timur mencapai 447.912 ton. “Sedangkan produksi lokal hanya mampu menyuplai 57.235 ton. Ada defisit yang harus ditutupi,” La Nyalla.

Sebagai solusi, pemerintah mencanangkan target penanaman kedelai hingga 325 ribu hektare sampai pada pertengahan 2021. “Pemerintah juga menyiapkan enam varietas kedelai unggul,” katanya. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar