Politik Pemerintahan

Ketua Banggar DPR RI: Madura Sudah Saatnya Punya Kawasan Industri Hasil Tembakau

Sumenep (beritajatim.com) – Ketua Badan Anggaran DPR RI, MH Said Abdullah mendorong segera terbentuknya kawasan industri hasil tembakau (KIHT) di Pulau Madura, sebagai bentuk proteksi bagi industri kecil menengah.

“Sudah waktunya di Madura ada KIHT. Ini akan membantu pabrikan rokok kecil agar bisa bertahan sekaligus terus mengembangkan usahanya,” kata politisi senior PDI Perjuangan ini di Sumenep, Senin (07/12/2020).

KIHT merupakan kawasan pemusatan kegiatan industri hasil tembakau yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung agar pelaku usaha bisa lebih mudah mengembangkan produksinya secara legal. Keuntungan yang ditawarkan kepada para pelaku usaha, di antaranya kemudahan perizinan berusaha, kegiatan berusaha, dan penundaan pembayaran cukai.

“Saya optimistis, kehadiran KIHT akan menjadi katalisator pengembangan industri kecil hasil tembakau di Madura sekaligus memberikan jaminan keberlangsungan produktivitas,” ujarnya.

Menurut Said, ketika ada jaminan kemudahan dan keberlangsungan usaha serta produktivitasnya, efeknya akan membuat serapan tembakau di Madura menjadi tinggi. Secara bersamaan pula, adanya jaminan serapan tembakau petani akan membuat harga komoditas tersebut tinggi dan stabil.

“Nah saat itulah KIHT akan mampu menggerakan perekonomian masyarakat dan selanjutnya perekonomian daerah akan berjalan dalam tren positif,” ujar Said yang juga Ketua Bidang Ekonomi DPP PDI Perjuangan itu.

Seiring dengan itu, maka dana bagi hasil cukai hasil tembakau pun akan naik dan tentunya bisa menjadi modal bagi pemerintah daerah dalam membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Saya juga meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI untuk terus berpihak pada pelaku industri kecil menengah atau pabrikan rokok kecil menengah, baik yang ada di KIHT maupun di luar KIHT, agar mereka bisa berkembang dan maju,” ucapnya.

Tiga kabupaten di Madura termasuk daerah penghasil tembakau di Jawa Timur. Sesuai data di Dinas Perkebunan Jawa timur, produksi tembakau di Sumenep pada 2019 sebanyak 8.494 ton, Pamekasan 20.880 ton, dan Sampang 3.274 ton. (tem/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar