Politik Pemerintahan

Keterwakilan Perempuan di Parlemen Capai 20 Persen

Jakarta (beritajatim.com) – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini mengatakan, di tengah tidak ada perubahan pengaturan mengenai kebijakan kuota pencalonan 30% perempuan dalam daftar calon, angka keterwakilan perempuan di Pemilu Serentak 2019 meningkat dan tertinggi dari empat pemilu sebelumnya. Terdapat 118 atau 20,5% dari 575 kursi DPR akan diduduki oleh perempuan.

Namun demikian, kata Titi, jika dibandingkan dengan pemilu sebelumnya angka keterpilihan perempuan di Pemilu 2019 tidak terlalu signifikan kenaikannya. “Hanya bertambah 21 kursi dari Pemilu 2014 lalu yang jumlah keterpilihannya sebanyak 97 orang Anggota DPR perempuan,” kata Titi dalam pernyataan tertulis yang diterima hari ini.

Menurutnya, sebagian besar perempuan yang terpilih ialah yang menempati nomor urut 1 dan 2. Di nomor urut 1 terdapat 57 perempuan yang terpilih dari 235 DCT perempuan yang ditempatkan pada nomor urut 1. Sedangkan di nomor urut dua dari total DCT perempuan sebanyak 372 terpilih sebanyak 29 orang. Sedangkan sisanya perempuan terpilih tersebar di nomor urut 3, 4, 5, 6 dan 7.

Dalam konteks penerapan sistem pemilu proposional daftar terbuka, dia menambahkan, metode penetapan calon terpilih ialah berdasarkan suara terbanyak. Sekalipun caleg ditempatkan pada nomor urut 10 namun yang bersangkutan mendapatkan suara terbanyak dan partainya mendapatkan alokasi kursi berdasarkan konversi suara ke kursi, maka berhak untuk mendapatkan kursi legislatif. Namun, faktanya caleg yang menduduki nomor urut 1 dan 2 sebagian besar dipilih padahal nomor urut tidak berlaku dalam propsional terbuka dan hanya berlaku pada sistem pemilu proposional daftar tertutup.

“Jika disandingkan dengan data hasil dua pemilu sebelumnya Pemilu 2009 dan Pemilu 2014, nyatanya memang tidak jauh berbeda sebagian besar caleg terpilih ialah yang menduduki nomor urut 1 dan 2,” ujarnya.

Titi menyebut, berdasarkan hasil Pemilu DPR 2019, PDIP selaku partai politik pemenang pemilu mampu menempatkan Anggota DPR perempuannya paling banyak dibandingkan dengan delapan partai politiknya. Namun demikian, jika disandingkan komposisi jumlah laki-laki dan jumlah perempuan, presentase perempuan anggota DPR dari Partai Nasdem lebih banyak.

“Yakni mencapai 32,2% atau sebanyak 19 perempuan sedangkan caleg laki-laki Partai Nasdem yang terpilih ialah 67,8%,” katanya.

Sementara itu, angka keterpilihan perempuan di DPD adalah 30,9% atau sebanyak 42 perempuan berhasil menduduki kursi anggota DPD. Dari 34 Provinsi terdapat delapan provinsi yang tidak ada perempuan terpilih diantaranya: Aceh, Kep. Bangka Belitung, Kep. Riau, Bali, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua Barat.

“Provinsi Sumatera Selatan, menjadi satu-satunya provinsi yang mampu mengantarkan wakilnya di DPD perempuan seluruhnya, sedangkan dua diantaranya dengan jumlah 3 orang perempuan DPD terpilih di Provinsi Jawa Tengah dan Maluku,” ujarnya. [hen/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar