Iklan Banner Sukun
Politik Pemerintahan

Sempat Vakum

Kesenian Jaranan Menganti Gresik Dipentaskan di Harlah Pancasila

Gresik (beritajatim.com) – Seni pertunjukkan jaranan khas Menganti Gresik kembali dipentaskan setelah sempat vakum dua tahun akibat tingginya kasus pandemi covid-19.

Kesenian tradisional yang setiap tahun itu digelar bersamaan di rangkaian Hari Lahir (Harlah) Pancasila di Dusun Petal Desa Domas, Kecamatan Menganti.

Setelah digelar lagi, seni turun-temurun itu mendapat sambutan warga yang meriah. Ribuan orang datang berduyun-duyun datang ke lokasi karena sudah lama tidak melihat kesenian jaranan yang dipentaskan oleh laki-laki, perempuan serta anak-anak.

Sebelum pentas dimulai, puluhan penari dengan berpakaian serba merah menari dihadapan warga. Setelah itu muncul orang dengan berkostum misteri seperti pocong, macan atau harimau, dan barongan diiringi musik gamelan serta pecutan.

Pemain menari di area pertunjukan. Ditambah aroma bau kemenyan menandakan pertunjukkan dimulai.

Ketua DPC PDIP Gresik, Mudjid Riduan menuturkan, dua tahun imbas adanya covid-19 kesenian ini sudah jarang dipentaskan. Namun, mulai sekarang digelar kembali dan menjadi master di Gresik Selatan.

“Terkait dengan kesenian tradisional, pemerintah senantiasa memperhatikan seni budaya sekaligus tasyakuran memperingati Hari Lahir Pancasila, dengan mengkedepankan nilai-nilai gotong-royong,” ujarnya, Selasa (28/06/2022).

Politisi PDIP itu mengingatkan kepada generasi muda terus menjaga nilai budaya kesenian agar tidak punah ditengah era digitalisasi.

“Saya berharap agar kesenian ini terus diipertahankan, jangan sampai terkubur,” ujarnya.

Sementara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) yang hadir di rangkaian Hari Lahir Pancasila mengatakan, mudah-mudahan dipertengahan tahun 2022 pentas kegiatan kesenian terus bisa digelar sebagai bentuk rasa syukur. Ini dikarenakan hampir dua tahun tidak digelar akibat tingginya pandemi.

“Kegiatan ini sama saja melestarikan budaya. Anak muda harus belajar tentang sejarah. Sebab, ada pepatah barangsiapa belajar sejarah. Sama artinya belajar kejayaan masa lampau,” katanya.

Ia menjelaskan, pentas seni jaranan ini agar generasi muda tahu bahwa kesenian merupakan identitas bangsa jadi harus terus dilestarikan. (dny/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar