Politik Pemerintahan

Kesembuhan Covid-19 di Jatim Libas Jakarta, Jabar, Jateng dan Yogyakarta

Surabaya (beritajatim.com) – Berbagai upaya Pemprov Jatim dalam menangani pandemi Covid-19 terus menunjukkan progress yang menggembirakan. Per Sabtu (8/8/2020), pasien yang terkonfirmasi negatif atau sembuh kembali bertambah sebanyak 464 orang. Sehingga, total pasien sembuh telah tembus ke angka 17.685 orang atau setara 70,96 persen.

Persentase kesembuhan tersebut juga membuat Jatim mampu bertahan melebihi persentase kesembuhan nasional. Di mana, berdasarkan data pasien sembuh di tingkat nasional mencapai 79.306 orang atau 64,2 persen.

Jatim juga mencatat rekor kesembuhan tertinggi di Pulau Jawa. Ini karena total kesembuhan di DKI Jakarta sebanyak 15.710 orang, Jawa Barat 4.352 orang, Jawa Tengah 6.571 orang dan Yogyakarta 552 orang. Ini artinya kesembuhan Jatim lebih tinggi dari Jakarta, empat kali lipat dari Jawa Barat, 2,5 kali lipat dari Jawa Tengah dan 34 kali lipat dari Yogyakarta.

Terkait hal ini, Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuadi mengatakan, bahwa dalam 31 hari atau 1 bulan terakhir, Jatim telah mampu mencatatkan angka kesembuhan tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia selama 25 kali. Apalagi, jumlah pasien yang dirawat persentasenya juga lebih rendah di tingkat nasional.

“Kami optimistis Jatim Insya Allah akan bisa segera melewati pandemi Covid-19,” kata dr Joni kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (8/8/2020).

Dia menjelaskan, berdasarkan data per Sabtu (8/8/2020) di Jatim dari jumlah pasien terkonfirmasi positif sebanyak 24.922 kasus (bertambah 429 kasus baru), yang masih dirawat 5.381 atau 21,59 persen. Sedangkan, yang konfirmasi meninggal bertambah 22 kasus menjadi 1.856 orang atau 7,45 persen.

Sedangkan, di tingkat nasional dari total pasien terkonfirmasi positif sebanyak 123.503, yang masih dirawat 38.539 atau setara 31,2 persen. Untuk konfirmasi meninggal nasional 5.658 orang atau 4,6 persen.

“Dengan pencapaian baik ini, saya harapkan Jatim akan bisa terus mempertahankan jumlah persentase kesembuhan melebihi kasus aktif yang masih dirawat. Terima kasih sekali lagi pada tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta para relawan dan masyarakat yang terus ikut melawan Covid-19 di Jatim,” tutur Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menambahkan, bahwa intervensi agresif terus dilakukan untuk bisa menangani Covid-19 di Jatim. Di antaranya yaitu dengan meningkatkan kapasitas testing dengan 53 mesin PCR dan 23 mesin Tes Cepat Molekuler (TCM). Sehingga, kemampuan testing harian yang bisa dilakukan di Jatim mencapai 4.000-5.349 sampel.

Dengan dukungan mesin tersebut, per Sabtu (8/8/2020) jumlah rapid test yang telah dilakukan di Jatim mencapai 810.416. Di mana, ini berarti 1 dari 50 penduduk Jatim telah dites cepat Covid-19 dengan rapid test. Sementara, jumlah sampel PCR yang diperiksa di Jatim mencapai 153.254, yang berarti 1 dari 261 penduduk Jatim telah dites Covid-19 dengan swab dan PCR Test.

“Kami terus konsisten meningkatkan kapasitas Testing, Tracing, dan Treatment (3T) dengan meningkatkan tes masif. Serta, meningkatkan jumlah RS rujukan menjadi 127,” imbuh Ketua Rumpun Tracing Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso.

Selain itu, juga ditunjang dengan optimalisasi RS Lapangan Indrapura untuk percepatan penanganan penyembuhan pasien ringan dan tanpa gejala. Efektivitas penanganan yang diberikan RS Lapangan juga sudah banyak diakui oleh pasien yang pernah dirawat di sana.

Bahkan, beberapa pasien yang dirawat di sana hasil swabnya sudah dinyatakan konversi negatif atau sembuh, padahal baru dirawat kurang dari seminggu.

Kuncinya, adalah pemberian makanan yang bergizi tinggi, ruang perawatan yang nyaman, pemberian vitamin yang cukup, senam pagi rutin, monitoring yang ketat dari para nakes hingga pendampingan saat pulang untuk menghindari stigma warga sekitar.

Khofifah kembali meminta kepada masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan. Menurutnya, jangan sampai kesembuhan ini justru membuat masyarakat terlena dan abai karena bahaya masih mengancam. Mengingat dalam beberapa hari ini juga masih ditemukan kluster baru yang membuat jumlah kasus tiba-tiba meningkat cukup signifikan.

“Kepada masyarakat jangan bahagia berlebihan, sehingga lupa kalau Jatim masih dalam situasi darurat. Semua berpotensi tertular dan menularkan. Tetap waspada dan disiplin mengikuti protokol kesehatan yang berlaku,” pungkasnya. (tok/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar