Politik Pemerintahan

Kerusakan Lahan Hijau di Kabupaten Sampang Capai 41.477 Hektare

Sampang (beritajatim.com) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sampang mempunyai program penghijauan atau penanaman pohon. Setiap tahunnya, menargetkan 16 hektare lahan yang ditanami pohon. Padahal, kerusakan lahan hijau di Sampang hingga saat ini mencapai 41.477 ribu hektare.

Kabid Konservasi dan Rehabilitasi Lingkungan DLH Sampang, Imam Irawan mengatakan, program penanaman pohon atau tutupan lahan kritis dijalankan setiap tahun. Tahun ini, program tersebut difokuskan di sejumlah wilayah yang merupakan daerah aliran sungai (DAS) Kemuning.

Yakni, di Kecamatan Kedungdung, Robatal, Karang Penang, dan Omben. Di wilayah tersebut terdapat 1.122 hektare lahan kritis yang akan direboisasi atau ditanami pohon. Terdiri dari hutan rakyat dan lahan bekas pertambangan galian C. “Saat ini kami masih fokus di wilayah DAS,” terangnya, Minggu (29/9/2019).

Program penghijauan atau penutupan lahan di wilayah DAS merupakan salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Sampang dalam menanggulangi banjir.

“Pemkab berupaya menangani banjir dengan cara memperbanyak lahan resapan di wilayah hulu. Agar saat hujan debit air di sungai tidak sampai meluap dan mengakibatkan banjir,” imbuhnya.

Pihaknya tidak menampik jika selama ini program tersebut tak maksimal. Hal itu dikarenakan anggaran dalam program itu minim. Yakni hanya Rp 75 juta, sehingga, dana itu hanya bisa digunakan untuk menutupi lahan 1,5 hektare.

“Penutupan lahan yang kami targetkan memang masih jauh dari kata maksimal. Tapi minimal kita sudah berusaha dengan menggunakan anggaran yang ada ,” tandasnya.[sar/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar