Politik Pemerintahan

Kerjasama Tiga Perusahaan, Pemkot Malang Tingkatkan Kualitas Produk Pangan

Perumda Tugu Aneka Usaha (TUNAS) milik Pemerintah Kota Malang membuat kerjasama dengan tiga perusahaan.

Malang (beritajatim.com) – Perumda Tugu Aneka Usaha (TUNAS) milik Pemerintah Kota Malang membuat kerjasama dengan tiga perusahaan, yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia, PT Food Station Cipinang Jaya dan PT Interlink Nusa Niaga. Hal itu demi memasok dan meningkatkan produk bahan pangan di wilayah mereka.

MoU kerjasama dilakukan di ruang rapat Wali Kota Malang, Rabu (14/4/2021). Tujuan dari kerjasama ini, untuk membantu memasok hingga memasarkan produk-produk UMKM di Kota Malang, termasuk melakukan ekspor ke luar negeri.

Wali Kota Malang Sutiaji berharap setelah nota kesepahaman atau MoU terjalin, mereka bisa dengan mudah untuk melakukan suplai daging dari Rumah Potong Hewan Kota Malang dengan permintaan yang tinggi.

Sutiaji menegaskan dalam MoU tersebut pihaknya pun tak mengeluarkan anggaran apapun. Sehingga MoU tersebut murni penanaman modal dari pihak perusahaan. “Kita gak ngeluarin apa-apa.  Ini penanaman modalnya mereka (perusahaan) kesana. Kita sama sekali tidak mengeluarkan uang dan saya minta jangan sampai ada seperti yang sudah-sudah,” kata Sutiaji.

Perumda TUNAS sendiri menginisiasi kerja sama dengan BUMD milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi satu langkah maju untuk pengembangan BUMD di Kota Malang sekaligus sebagai bentuk sinergi bersama dengan BUMD di DKI Jakarta.

“Yang namanya membangun kerja sama, harus saling memberi dan mengisi. Saya minta ke Tugu Aneka Usaha agar niatnya, untuk memberikan manfaat ke masyarakat sekitarnya,” ujar Sutiaji.

Dewan Pengawas Perumda TUNAS Kota Malang, Elfiatur Roikhah mengatakan, adanya satu jaringan kerjasama ini diharapkan menjadi langkah peningkatan pelayanan publik oleh Pemkot Malang. Seperti mengoptimalkan pemasaran produk UMKM, maupun ekspor produk yang dikelola Perumda TUNAS.

Kemudian melalui kerjasama ini mereka yakin bisa menjaga kestabilan harga dan kehalalan bahan pangan khususnya daging ayam. Menurutnya langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mewujudkan Malang kota halal.

“Kerjasama ini kita bisa menstabilkan harga, baik di tingkat peternak maupun ditingkat hilirnya. Jadi, itu untuk harga daging ayam. Sebenarnya kita ingin mendukung ini visi Pak Wali untuk Malang Kota Halal. Jadi untuk peredaran daging-daging itu bisa dipastikan,” tandas Elfiatur Roikhah. [luc/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar