Politik Pemerintahan

Keponakan Khofifah: Saya Akui, Mayoritas Relawan Loyalis Marhaen

Lia Istifhama Calon Wakil Walikota Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Jelang santernya informasi jika rekom PDIP untuk Pilwali Surabaya bakal segera turun, Lia Istifhama mengaku jika barisan relawannya banyak yang merupakan bagian dari kelompok marhaen.

“Wallahu a’lam soal rekom ya. Namun memang fakta harus saya akui. Bahwa banyak relawan yang sangat loyalis, merupakan kawan-kawan marhaen. Mereka loyalitas PDIP dan saya merasakan mereka ternyata sangat loyal juga dalam proses saya. Mereka itu lah, yang dari awal pasang banner, melakukan aksi sosial dan sebagainya, tanpa saya meminta mereka melakukan itu,” beber Lia

“Bahkan hingga saat ini, tidak mungkin saya bisa membendung semangat mereka karena saya lihat mereka menilai proses saya dalam Pilwali merupakan proses menumbuhkan solidaritas sosial,” ujarnya. lebih lanjut.

Pendapat Lia yang merupakan keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah itu pun diamini oleh Sudarmanto. Ia adalah loyalis PDIP dan juga salah satu penggerak relawan Ning Lia. Secara blak-blakan dirinya menjelaskan rasa optimis tentang rekom Pilwali Surabaya.

“Menurut saya, Ning Lia ini sangat kompleks. Orangnya millenial dan merakyat. Saya lihat Ning Lia ini perpaduan karakter Nahdliyyin dan marhaen. Beliau dari putri kiai, santun dan memang seperti orang pondokan. Namun di sisi lain, beliau juga sangat blokosutho (blak-blakan, apa adanya) dan merakyat,” jelasnya.

“Siapapun yang kenal Ning Lia, pasti melihat beliau ini sangat gak tegoan. Orangnya sederhana tapi mau mendengar masukan orang, keluhan orang, dan yang saya lihat sendiri, selalu ingin berbagi dengan orang lain meski hal-hal kecil. Beliau memang seperti fotokopiannya almarhum KH Masykur Hasyim. Potensi seperti ini saya kira yang dicari Bu Mega selama ini. Orang yang mau peduli. Apalagi Ning Lia aktif di gerakan menjaga lingkungan hidup dan kesehatan. Jadi sudah lengkap menurut saya. Untuk menjaga kemenangan PDIP lagi, sangat penting posisi Ning Lia di dalam Pilwali nanti,” pungkas mantan aktivis ProMeg (Pro-Mega) tahun 1996.(ifw/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar