Politik Pemerintahan

Keponakan Khofifah Nampak di Tengah Demo Buruh, Ada Apa?

Surabaya (beritajatim.com) – Keponakan Gubernur Jatim Khofifah, Lia Istifhama, muncul di tengah-tengah aksi demo buruh terkait tiga tuntutan, yakni revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan.

Dwianto Arief, salah satu peserta demo yang saat itu terlihat bersama wanita yang akrab disapa Ning Lia memberikan keterangan terkait keberadaan putri KH Masykur Hasyim tersebut. “Ning Lia ini saya kenal lama, dan dulu pernah sama-sama bekerja di pabrik dalam ranah yang sama, yaitu posisi HR-GA (Human Resources and General Affair),” katanya.

“Jadi memang kita sama-sama pernah tahu sendiri bagaimana harapan-harapan buruh. Dan sekarang ketika Ning Lia masuk bursa Pilwali Surabaya, ya gak heran karena memang orangnya ‘grapyak’ dengan banyak orang,” tegas Dwi.

Pada hari yang sama, Lia juga menghadiri rapat Yayasan Jati Diri Bangsa yang diprakarsai oleh HM Jos Soetomo (pengusaha Muslim Tionghoa). Yayasan tersebut merupakan wadah menguatkan penerapan nilai-nilai Pancasila di Indonesia.

Di sisi lain, Lia Istifhama dalam berbagai kesempatan mengaku optimis mendapatkan rekom PDIP dalam Pilwali Surabaya 2020. Ia sendiri mendaftar sebagai Bakal Calon Wakil Wali Kota.

“Optimisme ini saya dasari beberapa hal. Salah satunya adalah keyakinan masyarakat serta dukungannya kepada kami. Ini kan modal utama yang sangat kuat. Tentunya, sebagai partai besar, PDIP kan tidak ingin bertaruh untuk itu. Ini kan ada yang jelas,” ujar Lia.

Dirinya juga mengatakan bahwa semua ini kompetisi yang sehat menuju proses memimpin Surabaya. Pihaknya optimistis meski bersaing, tetap akan menjaga hubungan dengan baik. Proses masih panjang untuk siapa yang bakal maju diusung sebagai calon walikota.

“Ada (komunikasi dengan partai lain). Nanti njenengan bisa tunggu, saya akan komunikasi dengan partai lain. Jadi, itu semua sifatnya bersilaturahmi. Apapun itu bisa terjadi kalau Allah menakdirkan,” tegas Lia.

Sebelumnya, Lia juga telah meluncurkan program Nawa Tirta yang menjadi andalannya untuk memajukan Kota Pahlawan.

Dengan dilaunchingnya program Nawa Tirta ini, Lia menjadi satu-satunya Bacawali Surabaya yang telah berani mengeluarkan program prioritas. Sementara figur lainnya yang sudah deklarasi ataupun yang telah muncul dimedia belum ada yang menawarkan program seperti Ning Lia.

Launching program Nawa Tirta itu disampaikan bersamaan dengan pelantikan Forum Indonesia Bersatu Kota Surabaya dan Deklarasi Bhinneka Tunggal Ika di Atrium Ciuptra World, Senin (9/9/2019). [ifw/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar