Politik Pemerintahan

Kepergok Punya WIL, Kadis di Sumenep Dicopot dari Jabatannya

Sumenep (beritajatim.com) – Bupati Sumenep akhirnya menjatuhkan sanksi tegas kepada oknum kepala dinas yang terjerat kasus perselingkuhan. Kepala Dinas yang dijatuhi sanksi pencopotan jabatan itu adalah Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Imam Trisnohadi.

“Sudah turun S- nya dari Bupati. Yang bersangkutan sekarang sudah bukan lagi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro. Dengan demikian, seluruh fasilitas sebagai Kepala Dinas juga dicabut,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, Edy Rasiyadi, Rabu (20/3/2019).

Ia menjelaskan, saat ini pejabat tersebut ditempatkan sebagai staf ahli Bupati. “Penurunan jabatan itu termasuk sanksi berat. Dari kepala dinas ke staf. Sanksi itu dijatuhkan sesuai dengan kesalahannya,” ujar Edy.

Saat ini kursi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sumenep sementara diisi Kepala Satpol PP, Fajar Rahman sebagai Plt. “Dengan begitu, jabatan Kepala Dinas Koperasi masuk dalam rincian mutasi besar-besaran di kalangan pejabat eselon II dalam waktu dekat,” terangnya.

Kasus dugaan perselingkuhan Kepala Dinas di Sumenep itu mencuat saat pemilik akun facebook @Bagus Junaidi mengunggah sebuah foto yang langsung heboh menjadi perbincangan. Pada ‘caption’ foto itu bertuliskan, “Diduga berselingkuh, salah satu Kepala Dinas di Lingkungan Pemkab Sumenep tertangkap basah oleh istrinya saat berduaan bersama selingkuhannya di salah satu rumah di daerah Kolor”.

Kejadian tersebut menjadi perbincangan hangat di kalangan aktivis dan warga Sumenep. Bahkan tidak hanya foto yang beredar. Sebuah rekaman video juga disebut-sebut sempat beredar. Dalam rekaman video yang beredar, WIL itu mengaku bahwa dirinya telah dinikahi siri oleh sang Kadis.

Foto di FB tersebut diberi tiga tagar, yakni #Bupati Sumenep
#InspektoratSumenep
#BadanKepegawaianDaerahSumenep.

Inspektorat Sumenep langsung melakukan pemeriksaan dan kajian terhadap kasus tersebut, bersama tim ‘ad hoc’ yang terdiri dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM), Bagian Hukum, dan Inspektorat. Ada tiga saksi yang dipanggil. Salah satunya, aparat Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar