Politik Pemerintahan

Kepengurusan DPC PKB Jember Menggelembung

Acara taaruf pengurus DPC PKB Jember 2021-2026, Selasa (9/3/2021). [foto: Oryza A. Wirawan]

Jember (beritajatim.com) – Jumlah pengurus dalam Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Jember, Jawa Timur, 2021-2026 lebih gemuk dibandingkan kepengurusan sebelumnya. Sejumlah tokoh muda NU ikut bergabung dalam partai yang dikomandani duet Ayub Junaidi dan Itqon Syauqi ini.

Saat ini ada 73 orang menjadi pengurus DPC PKB Jember. Periode sebelumnya, jumlah kepengurusan DPC kurang lebih 40 orang. “Kami mengakomodasi seluruh potensi kekuatan PKB di Jember, baik dari poros pesantren, profesional, maupun poros kawula muda. Banyak aktivis dari badan otonom NU, seperti IPNU (Ikatan Pelajar NU), IPPNU (Ikatan Putra-Putri NU), pesantren poros seperti Assuniyah Kencong, ibu nyai – ibu nyai ¬†yang dulunya ada di luar PKB hari ini juga masuk,” kata Ketua DPC PKB Jember Ayub Junaidi, Rabu (10/3/2021).

Ayub mengakomodasi semua potensi kekuatan untuk memenangi pemilu tiga tahun lagi. “Yang selama ini di luar kami ajak masuk, untuk bersama-sama memenangkan PKB,” katanya.

Jumlah kaum perempuan dalam kepengurusan juga diperbanyak. “Apalagi Bu Nyai – Bu Nyai. Pemilih perempuan adalah pemilih loyal ketimbang pemilih laki-laki. Itu potensi sangat besar. Ketua Fatayat Jember dan Kencong juga masuk kepengurusan,” kata Ayub.

Para pengurus perempuan akan mendampingi penanganan persoalan dan kepentingan kaum perempuan di Jember. “Apalagi dengan kondisi angka kematian ibu dan angka kematian bayi sangat tinggi. Tugas PKB melakukan pendampingan,” kata Ayub.

Kabupaten Jember menduduki peringkat pertama untuk jumlah kematian ibu dan bayi di Jawa Timur pada tahun 2020. Ada 61 kasus kematian ibu saat melahirkan dan 324 kasus kematian bayi di Jember. Sementara itu, prevalensi stunting atau gizi buruk di Kabupaten Jember pada 2019 adalah 37,94. Jember berada di peringkat ketiga prevalensi stunting tertinggi di Jawa Timur. Peringkat pertama adalah Kabupaten Probolinggo dengan prevalensi 54,75 dan Kabupaten Trenggalek dengan prevalensi 39,88. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar