Politik Pemerintahan

Kepemimpinan di Surabaya Disebut Minim Kontrol

Surabaya (beritajatim.com) – Pemerhati lingkungan Universitas Airlangga, Suparto Wijaya, mencetuskan pendapat menarik dalam acara Diskusi Pakar yang digelar oleh Universitas Airlangga pada hari Rabu (4/9/2019). Hal itu terkait minimnya kontrol kepemimpinan di Surabaya.

“Kepemimpinan di Surabaya saat ini minim kritik dan kontrol. Karena intelektual banyak yang dijadikan antektual. Jadi kritiknya nggak keluar,” ujar Suparto.

Lebih lanjut, pria berlatar belakang hukum lingkungan ini turut menegaskan jika saat ini Kota Surabaya layak dibumihanguskan. Lebih parahnya lagi, masyarakat Kota Pahlawan sama sekali tidak sadat akan hal itu. “Karena terlalu banyak dipuja puji. Minim kritik,” cetusnya.

“Apa salah satu contohnya? Dari pembangunan di Kota Surabaya saat ini sama sekali tidak memperhatikan sisi histori dari Kota Pahlawan dengan baik. Ini sedang dibumihanguskan. Banyu urip hingga Benowo ekosistemnya, sumber penghidupannya, dibunuh dengan box culvert. Disana ada telaga air perkotaan, dibunuh,” tambah Suparto.

Untuk itu, Ia berharap agar pemimpin Surabaya ke depan wajib benar-benar memahami Kota Surabaya. “Terlebih lagi historinya serta ekosistemnya,” tegasnya.

“Kota ini tidak sehat kecuali kamuflase semata. Contoh, katakanlah penduduk Surabaya sekitar 6 juta, dari limbah BABnya dikemanakan itu? Septic Tank terpadu kan belum ada di Surabaya. Jadi air tanah kita ini tercemar,” pungkas Suparto. [ifw/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar