Politik Pemerintahan

Kepemimpinan di Demokrat Surabaya Tuai Kritik

Surabaya (beritajatim.com) – Rasa kekecewaan terhadap Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC partai Demokrat Surabaya, Lucy Kurniasari, turut dikomentari oleh struktur organisasi di tingkat paling bawah. Salah satunya Pengurus Anak Cabang (PAC) yang berada di wilayah Sukomanunggal Surabaya.

Sekertaris PAC Sukomanunggal, Oki Iin Prihandono menjabarkan bahwa selama ketua DPC Demokrat Surabaya dijabat oleh Lucy Kurniasari tidak ada keterbukaan atau tidak sesuai prosedur. “Semisal ada undangan untuk pertemuan, jika di PAC sudah tidak ada Ketua seharusnya bisa diwakilkan oleh Sekretaris yang paling tidak adalah juga pengurus,” kata Oki, Jumat (19/6/2020).

“Tapi yang terjadi malah DPC mengundang orang diluar kepengurusan PAC Sukomanunggal. Saya sampai saat ini bertanya-tanya apa maksudnya, apa PAC Sukomanunggal ini sudah ngak dianggap atau apa,” ungkapnya lebih lanjut.

Tak tinggal diam, Oki pun mencoba melakukan klarifikasi langsung. Menurutnya, Lucy membantah bahwa dirinya sudah membuat undangan untuk PAC Sukomanunggal dan menyuruh bertanya kepada staf DPC Demokrat Surabaya. “Akhirnya saya tanya ke mbak Dewi, kenapa kok PAC Sukomanunggal tidak dapat undangan, dan jawabanya mbak Dewi, atas perintah pak Gianto (pengurus DPC Demokrat Surabaya),” ucapnya.

Setelah mendapat jawaban seperti itu, Oki kembali bertanya kepada Lucy dan mempertanyakan apakah benar PAC Sukomanunggal tidak diundang atas perintah itu. “Saya masih berfikir positif barang kali memang atas dasar pak Gianto sendiri dan bukan perintah dari bu Lucy. Tapi ternyata sampai detik ini tidak ada jawaban apapun dari bu Lucy. Berarti saya menganggap informasi pak Gianto benar, ternyata memang diperintah bu Lucy,” tuturnya.

Dengan keadaan ini, Ia berharap supaya Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat segera ambil sikap dan bisa menjembatani persoalan yang terjadi. “Karena agar orang-orang yang dianggap mereka (kubu Lucy Kurniasary) akan merusak citra partai, justru sebaliknya kontarproduktif dengan anggapan mereka sendiri. Kita tidak ingin kok menjatuhkan orang per orang, yang nantinya akan merusak partai Demokrat itu sendiri,” pungkasnya.

Sementara itu, Plt Ketua DPC Demokrat Surabaya, Lucy Kurniasary enggan berkomentar banyak terkait menanggapi persoalan yang ada di internal Demokrat Surabaya. “Mas mohon izin ngapunten (maaf) sebaiknya saya tidak usah menanggapi,” ungkapnya. [ifw/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar