Politik Pemerintahan

Kepala Dinsos Jember Tak Ingin TKSK Kena Kasus Hukum

Jember (beritajatim.com) – Wahyu Setyo Handayani, Kepala Dinas Sosial Jember, Jawa Timur, mengeluarkan pernyataan yang tak diduga anggota Komisi D DPRD, saat ditanya soal tidak dilibatkannya TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) dalam penyaluran bantuan sosial oleh pemerintah kabupaten.

Pernyataan Wahyu ini menjawab pertanyaan Wakil Ketua Komisi D Nur Hasan, dalam rapat dengar pendapat dengan Dinas Sosial dan perwakilan pendamping PKH, di gedung parlemen, Kamis (5/11/2020).

“Dana covid di Kabupaten Jember ini luar biasa besar. Ada Rp 180-an miliar untuk bantuan sosial. Maka terjadilah pengangkatan relawan-relawan dalam penyaluran sembako, bantuan-bantuan sosial yang sumber anggarannya dari APBD,” kata Nur Hasan.

“Pertanyaan saya: kenapa dalam perekrutan (petugas penyaluran bansos) kemarin, TKSK tidak menjadi prioritas? Kenapa lebih memprioritaskan relawan-relawan? Tolong kami dikasih penjelasan, biar kami ketika TKSK datang (dan bertanya), kami bisa menjawab,” kata Nur Hasan.

“Sekarang ini banyak relawan yang membagikan sembako. Ketika sembako dari APBD dibagi dari kecamatan-kecamatan, yang membagi adalah relawan. Ketika ditanya, mereka mengaku sudah direkrut pemerintah daerah untuk membantu penyaluran di kecamatan. Kenapa bukan tenaga yang sudah biasa menangani hal-hal seperti ini, yaitu TKSK? Tidak ada satu TKSK pun yang menjadi relawan itu,” kata Nur Hasan.

“Ini pertanyaan besar, ketika kenapa saat menyalurkan ada yang pakai masker dengan gambar pasangan calon tertentu, jaket relawan dipakai. Ini kan tidak pas. Mestinya yang diangkat dari TKSK. Baru kekurangannya diambilkan dari luar itu,” kata Nur Hasan.

Wahyu mengaku tidak tahu-menahu soal tim relawan dari Pemkab Jember. “Saya tidak tahu karena bukan dari kami,” katanya. “Nuwun sewu, semuanya itu kan anak. Kalau saya orang Jawa, saya tidak ingin untuk tahun ini ‘anak-anak’ saya ini kena kasus hukum,” kata Wahyu.

Suasana sempat hening setelah mendengar jawaban Wahyu itu. Nur Hasan memilih tidak meneruskan pertanyaan itu. “Alasannya tidak usah kita ungkap di sini, karena juga ini mau takziah, ada teman yang baru meninggal. Sudah cukup ya,” katanya, menutup rapat.

Usai rapat, beritajatim.com sempat menanyakan maksud pernyataan Wahyu. Namun Wahyu menolak bicara. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar