Politik Pemerintahan

Kepala Daerah di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik Sepakat PSBB Tidak Diperpanjang

Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa akan mengumumkan keputusan perpanjangan atau tidak terkait pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya Raya. PSBB Jilid 3 memang akan berakhir pada Senin (8/6/2020) hari ini.

Jika diperpanjang 14 hari, maka akan menjadi Jilid 4. Jika tidak diperpanjang, maka Surabaya Raya akan bersiap melakukan transisi menuju New Normal. Tiga kepala daerah di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik telah bersepakat tidak memperpanjang PSBB.

“Nanti jadwalnya akan diumumkan Bu Gubernur Jatim pada Senin (8/6/2020) pukul 18.30 malam,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim, Agung Subagyo kepada beritajatim.com, Senin (8/6/2020).

Koordinator Satgas PSBB Jatim yang juga Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono usai rapat koordinasi dengan tiga daerah Surabaya Raya hingga Senin (8/6/2020) dini hari mengatakan, pihaknya akan menyampaikan usulan dari kepala-kepala daerah di wilayah Surabaya Raya kepada Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

“Kami sampaikan usulan itu ke Gubernur. Kami juga berharap sudah ada dasar yang disiapkan, seperti peraturan bupati atau wali kota untuk berlanjut atau tidaknya PSBB, termasuk ke masa transisi normal baru,” kata Heru.

Pemerintah daerah di wilayah Surabaya Raya semula menjalankan PSBB mulai 28 April 2020 hingga 11 Mei 2020. Pelaksanaan kebijakan itu kemudian perpanjang sampai 25 Mei 2020, dan diperpanjang lagi hingga 8 Juni 2020.

Pemkot Surabaya, Pemkab Sidoarjo, dan Pemkab Gresik menyatakan ingin mengakhiri penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) setelah tiga kali memperpanjang pelaksanaan kebijakan yang ditujukan untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 tersebut.

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto setelah memaparkan evaluasi penerapan PSBB tahap I hingga III di wilayahnya mengemukakan usul untuk mengakhiri pelaksanaan kebijakan tersebut, dan memulai masa transisi menuju fase normal baru.

“Kami juga komitmen untuk meningkatkan protokol kesehatan. Meski tidak ada PSBB, tapi tetap ada aturan yang akan kami terapkan demi memutus mata rantai Covid-19,” tegas Sambari.

Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin setelah memaparkan hasil evaluasi pelaksanaan PSBB di wilayahnya juga mengusulkan penghentian pelaksanaan PSBB.

“Kami memiliki rekomendasi kebijakan pasca-PSBB tahap III di wilayah Kabupaten Sidoarjo, yaitu usulan pencabutan PSBB, kemudian menerapkan masa transisi new normal,” katanya.

Pejabat yang biasa disapa Cak Nur itu mengatakan, meski menginginkan penghentian PSBB, pemerintah daerah tidak akan melonggarkan penerapan protokol pencegahan Covid-19 serta upaya-upaya untuk menanggulangi penularan penyakit tersebut.

Cek Suhu Tubuh Masuk Wilayah Gresik dalam penerapan PSBB

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat Kota Surabaya Irvan Widyanto juga menyampaikan usul Wali Kota Tri Rismaharini untuk tidak memperpanjang pelaksanaan PSBB.

“Kami pastikan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, bahkan disiapkan Surat Edaran Wali Kota, termasuk kemungkinan Peraturan Wali Kota terkait penerapan sanksi mengikat. Satu lagi, titik pemeriksaan di perbatasan Surabaya dipertahankan,” pungkasnya. (tok/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar