Politik Pemerintahan

Kepala Bappeda Jember Cabut Pernyataan Soal Kelalaian Gubernur

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jember Achmad Imam Fauzi (kiri) saat dimintai keterangan oleh Inspektorat Jawa Timur

Jember (beritajatim.com) – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Jember Achmad Imam Fauzi mencabut pernyataan soal kelalaian Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi C DPRD Jember beberapa waktu lalu.

Fauzi dalam rapat di ruang Komisi C, Senin (5/10/2020), menyebut adanya ‘kelalaian’ gubernur terkait keterlambatan pengajuan RKPD (Rencana Kerja Pembangunan Daerah) yang menjadi acuan pemerintah kabupaten dan kota di Jatim. Gara-gara pernyataannya itu, ia dipanggil Inspektorat Jawa Timur di Surabaya, dua hari kemudian.

Saat ditanya Ketua Komisi C David Handoko Seto, dalam rapat dengar pendapat, Senin (12/10/2020), Fauzi membenarkan pemanggilan tersebut. “Kemarin tabayyun (klarifikasi) dengan Bapak Inspektur, Kepala BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah), dan unsur-unsurnya. Ternyata persoalannya beda perspektif dan hasil diskusi itu yang penting adalah ujungnya ada peraturan daerah (Perda Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Jember 2021, red),” katanya.

“Dan kita memiliki tantangan yang sama. Oleh karena itu mungkin daripada polemik, ada kontradiksi, narasi ‘lalai’ yang kemarin itu saya cabut. Itu saja,” kata Fauzi.

Fauzi mengatakan, ada perbedaan sudut pandang dalam melihat proses pembahasan APBD Jember 2021. “Tapi ada justifikasi masing-masing. Ujungnya yang penting pada 1 Desember 2020 ada perda APBD. Oleh karena itu betul pernyataan Ketua DPRD Pak Itqon semua masalah harus selesai semua. Titik temunya di sana,” katanya. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar