Politik Pemerintahan

Kepada Khofifah, Bupati Ponorogo Kenalkan Calon Varietas Padi Unggul KIP

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau calon varietas padi unggul KIP di Desa Semanding Kecamatan Kauman Ponorogo. [Foto/Endra Dwiono]

Ponorogo (beritajatim.com) – Kedatangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ke Ponorogo, selain menghadiri serah terima (sertijab) dari Plh Bupati Agus Pramono kepada Bupati Sugiri Sancoko, juga meninjau calon varietas unggul tanaman padi.

Varietas yang saat ini masih diuji dan dikembangkan oleh Bupati Sugiri Sancoko dan timnya tersebut, digadang-gadang dapat meningkatkan produksi daripada varietas lainnya.

“Sudah kami coba, ini yang kelima, percobaan ke-empat di Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, kami panen sebanyak 16 ton per hektare,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Kamis (4/3/2021).

Sugiri mengungkapkan, di Ponorogo ada sekitar 34 ribu hektare sawah yang bagus untuk ditanami. Sehingga saat musim tanam memerlukan benih 870 ton. Dengan banyaknya benih padi yang diperlukan itu, Sugiri berkeinginan membuat varietas padi unggul untuk memenuhi kebutuhan tersebut. “Dan ini merupakan ikhtiar kami menuju ke sana,” katanya.

Calon varietas unggul yang lagi dikembangkan ini, kata Sugiri, memiliki keunggulan dari pada varietas lainnya. Tanaman padinya tinggi dan kokoh, tidak mudah roboh jika terkena angin. Selain itu, tiap malainya ada ratusan butir padi.

“Doakan, mudah-mudahan ini berhasil dan bisa menjawab kegelisahan petani di Ponorogo. Namanya sedang proses menuju KIP (Kreasi Insan Petani),” katanya.

Sementara itu Gubernur Khofifah Indar Parawansa menambahkan, setelah panen pada April nanti, varietas ini bisa diujicobakan di daerah lainnya. Sebelumnya, tim lain sudah ada yang mengembangkan hingga menghasilkan panen padi sebanyak 14 ton per hektare.

“Nah dis ini, Pak Sugiri bilang malah sudah mencapai 16 ton per hektare. Jadi dari masing-masing keunggulan varietas-varietas ini, produktivitas panen per hektare menjadi bagian yang penting,” kata Khofifah.

Apalagi, yang digunakan pupuk majemuk, bukan lagi pupuk tunggal. Satu hal lagi yang ditekankan Khofifah, semakin organik maka semakin baik dan sehat. Dengan produktivitas yang meningkat tentu juga akan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Tahun 2020 produksi padi di Jatim tertinggi se-Indonesia. Kira-kira selisih 460 ribu ton dibanding dengan Provinsi Jawa Tengah,” pungkasnya. [end/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar