Politik Pemerintahan

Kenapa PKB Selalu Mentok 8 Kursi di DPRD Jember?

Ketua Lembaga Pemenangan Pemily Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember, Hafidi [foto: istimewa]

Jember (beritajatim.com) – Sejak pemilu 2009, Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Jember, Jawa Timur selalu berkutat dengan angka 8. Partai yang dilahirkan sejumlah ulama NU ini selalu mentok pada perolehan delapan kursi. Padahal dalam pemilu 1999 dan 2004, mereka memperoleh 17 kursi.

Mentoknya perolehan kursi ini membuat PKB tidak bisa mencalonkan bupati dan wakik bupati sendirian. Mereka harus selalu berkoalisi dengan partai lain untuk mengusung pasangan calon. Dan pada pemilihan kepala daerah 2010, 2015, dan 2020, semua kandidat yang diusung PKB bersama partai lainnya selalu kalah.

Ini membuat Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Cabang PKB Jember, Hafidi Cholish, gemas. Targetnya dalam pemilu 2024 jelas: 12 kursi DPRD Jember agar bisa mencalonkan bupati-wakil bupati tanoa berkoalisi dan memenangi pemilihan kepala daerah.

“Target 12 kursi bukan muluk-muluk. Strategi kami bagaimana menggerakkan semua komponen, mulai dari akademisi sampai komponen kultural di pinggiran. Kami sudah menyiapkan perangkat sumber daya manusia untuk menggarap itu,” kata Hafidi.

Kenapa PKB selalu mentok delapan kursi di DPRD Jember? “Penghitungan suara untuk kursi mengganggu partai-partai besar. Contoh: PKB Jawa Timur pemenang suara, tapi kursinya di parlemen lebih banyak PDI Perjuangan. Padahal selisih suaranya tidak main-main: 200 ribuan,” kata Hafidi. Tepatnya 270.535 suara lebih banyak daripada yang diperoleh PDIP.

Ini menjadi pekerjaan rumah PKB Jember. “Bagaimana dengan suara yang besar itu, PKB juga mendominasi penghitungan suara. Setelah konsolidasi, kami melakukan pemetaan, sehingga apa yang menjadi kelemahan masing-masing daerah pemilihan dan kecamatan sudah ada di kantong kami dalam waktu dekat ini,” kata Hafidi.

Hafidi menargetkan, setelah Idul Fitri, modul program sukses pemilu 2024 selesai tergarap. “Kalau kemarin masih sekian kursi, kan mungkin karena bukan saya ketua LPP-nya. Saya sekarang saya turun gunung sendiri, untuk mengambil tiket P1 pada Pilkada 2024,” katanya. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar