Politik Pemerintahan

Kenapa Empat Kunci?

Ainur Rohim Penanggung Jawab beritajatim.com dan Ketua PWI Jatim

Nama rubrikasi itu empat kunci. Yang dimaksud di sini adalah empat provinsi besar di Pulau Jawa: Jawa Barat (Jabar), Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta, Jawa Tengah (Jateng), dan Jawa Timur (Jatim).

Rubrikasi itu tak mengikuti pola konvensional. Yang biasanya didasarkan pada bidang liputan (peristiwa, ekonomi-bisnis, politik-pemerintahan, olahraga, budaya, pendidikan, dan lainnya) dan wilayah liputan (lokal, regional, nasional, dan internasional).

Kami, beritajatim.com, yang hampir berusia 15 tahun (1 April 2021) mendatang, mencoba berimprovisasi dengan memperluas skala liputan dan sajian berita yang sehat dan mencerdaskan. Kami ingin melebarkan sayap liputan, dengan menyajikan informasi bersifat multiperspektif dari Jatim, Jateng, Jabar, dan DKI Jakarta.

Wilayah lainnya tak lupa kami sajikan pemberitaannya sejauh itu menarik, penting, mengandung atensi tinggi publik, dan memiliki nilai berita tinggi.

Provinsi Jatim, Jateng, Jabar, dan DKI Jakarta menempati posisi strategis di lanskap Indonesia, terutama dalam perspektif politik, ekonomi-bisnis, sosial, budaya, demografi, dan lainnya. Tanpa bermaksud menafikan keberadaan dan nilai strategis provinsi lain di Indonesia, mengulas pemberitaan keempat provinsi itu lebih mendalam dan komprehensif dalam berbagai perspektif tentu jadi menu sajian news yang menarik dan mencerdaskan.

Harapan kami tentu mengundang pembaca website kami lebih banyak lagi dan secara konten website ini menjadi instrumen pendidikan yang mencerahkan dan mencerdaskan pembacanya.

Banyak perspektif untuk membedah nilai strategis tinggi keempat provinsi ini dalam lanskap Indonesia modern. Misalnya, kalau kita melihat dari sudut pandang demografi, demografi politik, dan ekonomi bisnis.

Lebih dari 132 juta penduduk Indonesia bermukim di keempat provinsi tersebut. Data terakhir menunjukkan, jumlah penduduk Jabar mencapai 49 juta, Jatim dengan 39,74 juta jiwa, Jateng dengan 34,55 juta jiwa, dan DKI Jakarta dengan 10,5 juta jiwa.

Data pemilih pemilihan umum presiden (Pilpres) 2019 lalu, menunjukkan jumlah pemilih di empat provinsi hampir mencapai 100 juta pemilih. Jumlah pemilih di Jabar sebesar 33,20 juta pemilih, Jatim dengan 30,90 juta pemilih, Jateng dengan 27,27,80 juta pemilih, dan DKI Jakarta dengan 7,70 juta pemilih.

Gubernur di Jawa

Kue ekonomi yang berputar di Pulau Jawa hampir menyentuh 60 persen dari keseluruhan kapasitas ekonomi nasional. Di tahun 2019, tingkat gross national product (GNP) Indonesia mencapai Rp 16.079 triliun. Dari Jumlah tersebut, besaran product domestic regional bruto (PDRB) provinsi-provinsi di Pulau Jawa mencapai Rp 9.487 triliun, dengan rincian besaran nilai PDRB DKI Jakarta sebesar Rp 2.840 triliun, Jabar sebesar 2.125 triliun, Jatim sebesar Rp 2.352 triliun, dan Jateng sebesar Rp 1.362 triliun.

Di empat provinsi di Pulau Jawa tersebut, dalam perspektif ekonomi primer dan manufaktur memberikan kontribusi besar pada ketersediaan pangan nasional dan penyerapan tenaga kerja yang tinggi pada industri manufaktur.

Lumbung pangan nasional terutama beras, jagung, kedelai, daging sapi, daging ayam, dan telur sebagian besar dihasilkan dari Jatim, Jateng, dan Jabar. Industri manufaktur juga banyak tersebar di kawasan industri yang berada di ketiga provinsi tersebut.

Ketiga perspektif tersebut, demografi, demografi politik, dan ekonomi secara makro, memperlihatkan peran kunci dan strategis DKI Jakarta, Jabar, Jateng, dan Jatim dalam lanskap Indonesia modern. Elaborasi lebih mendalam atas berbagai sektor kehidupan di keempat provinsi ini sungguh menarik untuk diungkap dan dipublikasikan kepada publik. Termasuk juga pada dimensi dinamika kepemimpinan politik di masing-masing keempat provinsi tersebut di masa lalu, sekarang, dan masa depan. [air/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar