Politik Pemerintahan

Kena Razia Berkerumun, Puan Maharani Minta Anak Muda Sadar Diri

Petugas gabungan melakukan operasi yustisi di salah satu kafe di Jombang

Jakarta (beritajatim.com) – Ketua DPR RI Dr (H.C) Puan Maharani mengimbau untuk seluruh anak muda agar cerdas dalam menahan diri tidak melakukan aktivitas yang menimbulkan kerumunan.

Puan mengingatkan hal ini melihat berbagai peristiwa belakangan ini di mana banyak anak-anak
muda di berbagai daerah berkumpul menimbulkan kerumunan tanpa memandang bahaya penyebaran virus Covid-19.

“Saya memahami bagi anak-anak muda, hampir dua tahun belakangan memang terasa sangat berat. Gejolak jiwa muda yang seharusnya sedang melakukan banyak hal dan bereksplorasi menjadi terhenti. Tapi, kita juga harus memahami risiko penyebaran Covid-19 yang terbuka lebar saat melakukan kegiatan dalam kerumunan,” ujar Puan.

Dalam menekan angka penyebaran virus corona, salah satu hal yang sangat dipentingkan adalah menjaga jarak. Pasalnya, virus ini dapat menular saat berinteraksi melalui udara.

Terlebih, Covid-19 varian Delta yang lebih besar lagi risiko penularannya. Puan memandang prihatin terhadap beberapa kejadian terkait kegiatan anak muda yang benar-benar tidak menjaga jarak serta meresahkan.

“Generasi muda itu yang seharusnya lebih teredukasi tentang penyebaran Covid-19. Harusnya menjadi contoh. Jangan malah menjadi penyebab penyebaran penyakit ini,” ujar menko PMK itu.

Salah satu kejadian yang mengecewakan belakangan ini adalah kerumunan anak muda yang terjadi di Holywings, Jakarta. Kejadian itu merupakan contoh buruk di mana anak muda mementingkan keperluan pribadinya di atas kepentingan masyarakat untuk menjaga kesehatan.

Beberapa hal yang dilanggar adalah peraturan tentang protokol kesehatan dan jam operasional kafe pada masa PPKM Level 3. Aparat menemukan banyaknya kerumunan anak-anak muda yang mengesampingkan pemakaian masker dan menjaga jarak demi kesehatan.

Menurut Puan, meski pun memang ada kesalahan dari pihak penyelenggara acara, generasi muda sendiri harus punya kesadaran untuk tidak melakukan kumpul-kumpul pada masa pandemi. Berkumpul bisa dilakukan melalui jalur daring.

“Kita semua rindu beraktivitas layaknya sebelum pandemi. Kita semua juga rindu berkumpul bersama keluarga dan sahabat, tapi kan memang belum memungkinkan. Anak muda harus peka akan hal ini,” ujar Puan.

Masa pandemi Covid-19 ini, lanjut Puan, memang memberikan banyak keterbatasan, terlebih bagi anak-anak muda yang jiwanya masih berapi-api untuk produktif. Namun, alangkah baiknya bila aktivitas yang dipilih mempertimbangkan protokol kesehatan dan keamanan orang lain.

Terjadinya kerumunan seperti kasus tersebut di atas, bukan hanya membahayakan orang yang melakukannya. Akan tetapi, lebih luas lagi juga membahayakan keluarga atau orang- orang terdekat dalam satu tempat tinggal.

Pasalnya, dalam fase penularan virus corona, sering kali gejala tidak nampak. Mungkin saja malah tanpa gejala, tetapi bisa menularkan pada orang lain.

“Dalam masa pandemi ini, menjaga kesehatan kita sendiri sama dengan menjaga kesehatan orang lain secara luas. Maka dari itu, penting sekali kebijaksanaan dalam melakukan aktivitas,” ujar Puan.

Politisi PDI Perjuangan ini berharap ada kesadaran yang terbentuk pada anak muda untuk bersikap lebih peduli serta memikirkan sebab-akibat jangka panjang dalam bertindak.

“Perilaku kita dapat merugikan orang lain bila tidak menjaga kesehatan,” ujar Puan.

Puan berharap ke depannya, generasi muda dapat lebih bijaksana dan menjadi contoh perilaku baik yang menjaga kesehatan selama pandemi. Puan juga turut mengingatkan bahwa ada kesehatan keluarga yang harus dijaga.

“Ke depannya, kita lebih mawas diri lagi. Generasi muda harus menjadi contoh, apalagi sebagai orang-orang terpelajar. Ini adalah kewajiban kita bersama, untuk menjaga kesehatan satu sama lain,” ujar Puan dengan tegas. (ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar