Politik Pemerintahan

Kemenparekraf Serahkan Bantuan Tahap Kedua untuk Pelaku Pariwisata di Jatim

Surabaya (beritajatim.com) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI kembali menyalurkan sejumlah bantuan berupa paket BaLaSa (Bahan Pokok Lauk Siap Saji) bagi pekerja pariwisata di Provinsi Jatim yang terdampak pandemi Covid-19 tahap kedua.

Ini setelah sukses melaksanakan bantuan tahap pertama sebanyak 30 ribu paket pada bulan Mei lalu. Kegiatan penyaluran bantuan tahap kedua sejumlah 14.100 paket ini bekerja sama dengan Pemda dan Polri serta didukung oleh Komisi X DPR-RI sebagai mitra Kemenparekraf.

Bantuan berupa paket BaLaSa secara simbolis diserahkan oleh Ibu Masruroh, Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran Kemenparekraf kepada pekerja pariwisata Jawa Timur melalui Mitra Anggota Komisi X DPR RI di GOR Kertajaya Surabaya, Kamis (9/7/2020).

Turut hadir dalam kesempatan itu Kepala Bidang Pemasaran dan Kepada Bidang Industri Pariwisata dari Disbudpar Provinsi Jawa Timur, Susariningsih dan Anshori, serta perwakilan dari masyarakat pariwisata dan kreatif Jawa Timur.

Tiap paket BaLaSa berisi Beras Premium 5 kg;  Gula  pasir 1 kg; Kecap manis 520  ml; Minyak  Goreng 2 liter; Tepung Terigu 1 kg; Sarden 425 gr; Abon 250 gr sebagai bentuk bantuan dari Kemenparekraf yang diberikan sebanyak 14.100 paket bagi pekerja parekraf.

Penerima bantuan yang tersebar di beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur yaitu Jombang, Nganjuk, Kota dan Kabupaten Madiun, Kota dan Kabupaten Mojokerto, Lamongan, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Tulungagung, Kota dan Kabupaten Kediri, Kota dan Kabupaten Blitar, Jember, Lumajang, Kota dan Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur menyatakan akan mendukung penuh proses distribusi bantuan hingga sampai ke penerima manfaat yakni para pelaku pariwisata yang diusulkan dan divalidasi sebagai penerima bantuan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.

Masruroh saat memberikan bantuan mengatakan, pariwisata merupakan sektor yang paling pertama terdampak Covid-19, dan Jawa Timur yang menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan turut mengalami imbasnya, di mana banyak pekerja pariwisata di Jawa Timur yang terkena dampak.

“Dengan bantuan ini diharapkan dapat membantu pelaku pariwisata khususnya di Jawa Timur yang sangat terdampak akibat adanya pandemi Covid-19,” kata Masruroh

Masruroh mengatakan, dalam penyaluran bantuan pihaknya dibantu oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur yang akan menyerahkannya kepada sekitar 14.100 pekerja pariwisata di Jawa Timur yang terdampak.

Yakni, mereka yang terkena PHK maupun unpaid leave lebih dari tiga pekan yang tersebar hampir seluruh wilayah Jatim. Nantinya, distribusi bantuan turut dikawal oleh pihak dari Polda Jawa Timur dan Polres se-Jawa Timur.

Masruroh menyatakan apresiasi yang tinggi terhadap Polda Jawa Timur dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur atas dukungan penuh dalam penyaluran bantuan tersebut. Serah terima distribusi ini akan disalurkan secara serentak pada tanggal 9-10 Juli 2020 oleh Polda Jawa Timur dengan pendamping dari Dinas Pariwisata Kabupaten dan asosiasi pelaku pariwisata.

Dalam sambutannya, Susariningsih mengatakan data per 8 Juli 2020 di Jawa Timur pada saat Ini, kasus terkonfirmasi mencapai 14.941 dengan rincian: 5.779 pasien sembuh, 1.139 pasien meninggal, 7.992 pasien dirawat.

Adapun tiga daerah dengan sebaran paling banyak di antaranya Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Sejalan dengan hal itu, tiga daerah tersebut memperoleh porsi bantuan yang lebih besar, baik dari bantuan pada tahap I maupun yang tahap II ini. Karena tiga daerah tersebut juga merupakan basis dari pekerja sektor parekraf di kawasan Gerbangkertasusila.

Adapun daerah basis sektor parekraf lainya adalah mlMalang raya, yakni Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang. Ketiga daerah tersebut juga mendapat alokasi bantuan yang proporsional.

Saat ini memang sudah bergulir isu perlu dilakukan reaktifasi daya tarik wisata dengan beberapa kriteria dan ketentuan yang harus dipenuhi, di antaranya pemenuhan aspek protokol kesehatan, kebersihan, keamanan, lingkungan dll. Namun selain itu, perlu diperhatikan juga kurva rate of transmision suatu daerah masih tinggi atau tidak. Sehingga, dapat dikatakan siap dalam sektor pariwisata. Hal ini tentunya untuk mencegah dan mengantisipasi persebaran Covid-19 atau ditemukanya klaster baru di mana klaster tersebut adalah klaster daerah wisata.

“Tentunya kami berharap agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga keadaan dapat kembali normal, khususnya industri pariwisata yang sangat berdampak dari imbas pandemi ini, tidak lupa untuk terus menerapkan protokol CHS (Clean, Health, Safety),” kata Masruroh. (tok)

Catatan:
Serah Terima Bantuan dilaksanakan di 2 (dua) tempat dan waktu, yaitu:

Surabaya (GOR Kertajaya)

9 Juli 2020 :
10:00 Prof. Dr. Zainuddin Maliki, M.Si
13:00 Debby Kurniawan, S.Kom

10 Juli 2020 :
10:00 Puti Guntur Sukarno (diwakilkan)
14:00 Abdul Hakim Bafaqih

Malang (GOR Ken Arok)

9 Juli 2020 :
10:00 Guruh Sukarno Putra (diwakilkan)
13:00 H. Muhamad Nur Purnamasidi (diwakilkan)

10 Juli 2020 :
10:00 Dra. Hj. Latifah Shohib
14:00 Dr. Ahmad Basarah





Apa Reaksi Anda?

Komentar