Politik Pemerintahan

Kemenhub ke Ponorogo, Teliti Balon Udara Tanpa Awak

Pejabat dari Kemenhub saat mengecek balon udara tanpa awak yang berhasil diamankan oleh Polsek Sumoroto. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI turun gununng terkait penerbangan balon udara tanpa awak yang lagi marak di Ponorogo saat lebaran. Mereka melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat untuk melakukan serah terima berkas perkara balon udara tanpa awak tersebut.

“Kali lakukan koordinasi dengan kepolisian, khususnya di Polsek Sumoroto terkait berkas perkara balon udara tanpa awak yang akhir-akhir ini marak di Ponorogo,” kata Penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) di Kemenhub RI, Arief Budiman, saat ditemui beritajatim.com di Mapolsek Sumoroto, Senin (17/5/2021).

Arief menyebut Kemenhub selanjutnya akan melakukan penelitian dari berkas-berkas yang baru diserahterimakan tersebut. Nantinya, dapat diketahui hasilnya setelah berkas tersebut selesai diteliti oleh jajaran penyidik di Kemenhub.

Arief mengungkapkan bahwa wilayah Pulau Jawa ini merupakan jalur udara yang sibuk. Sehingga adanya balon udara tanpa awak ini tentunya sangat membahayakan penerbangan pesawat. Sebab, diperkirakan balon udara ini bisa naik mencapai 40 ribu kaki. Sementara pesawat ini biasanya terbang dikisaran 35 ribu hingga 40 ribu kaki, khusus di jalur Pulau Jawa. Balon udara tanpa awak ini bila masuk ke mesin bisa terbakar dan bisa juga mengganggu alat kendali.

“Dampaknya berbahaya untuk dunia penerbangan. Apalagi di dalam pesawat itu juga banyak penumpangnya,” katanya.

Sementara itu, KBO Reskrim Polres Ponorogo Iptu Rosyid Effendi menyebut koordinasi dengan Kemenhub ini merupakan proses lebih lanjut dari perkara pengamanan balon udara tanpa awak beberapa hari terakhir.

“Kami berkoordinasi dengan Kemenhub untuk diteliti dan untuk proses lebih lanjut terkait balon udara tanpa awak ini,” pungkasnya. [end/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar