Politik Pemerintahan

Kemenag Kabupaten Mojokerto Harapkan KBIH Sampaikan Informasi Haji ke Jemaah

Kasi PHU Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali.

Mojokerto (beritajatim.com) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di Kabupaten Mojokerto agar menyampaikan informasi haji ke jemaah dengan benar dan mengambil hikmah dari pembatalan tersebut. Sehingga jemaah tidak terpengaruh berita hoax.

Menyusul Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama RI memutuskan untuk membatalkan keberangkatan jemaah Indonesia untuk melaksanakan ibadah haji 1442 Hijriah/2021 Masehi. Keputusan ini dibacakan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring pada, Kamis (3/6/2021).

Keputusan pembatalan keberangkatan jamaah Indonesia tersebut melalui Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 660 tahun 2021 tentang pembatalan keberangkatan jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriyah atau 2021 masehi.

“Dengan KBIH sudah kami sampaikan agar menyampaikan informasi haji secara utuh, jangan sampai terpotong-potong. Saya melihat jemaah haji yang terpengaruh berita hoax itu karena mereka tidak melihat sepenuhnya dan mencerna berita secara utuh,” ungkap Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (Kasi PHU), Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali, Rabu (9/6/2021).

Sehingga, lanjut Mukti, menjadi kewajiban Kemenag Kabupaten Mojokerto bersama KBIH untuk menyampaikan informasi terkait haji semua kepada jemaah. Sehingga diharapkan para calon jemaah haji Kabupaten Mojokerto bisa melihat secara obyektif terkait Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 660 Tahun 2021 tersebut.

“Medsos sekarang ada pihak ingin menyudutkan pemerintah. Hikmahnya, saya kira akan muncul tidak secara separatis jadi kita akan bisa mengambil hikmah sehingga tahu apa tujuan Allah membatalkan ini. Saya kira itu, nanti juga akan terlihat cuma secara sederhana mungkin Allah punya rencana supaya persiapan kami lebih matang untuk mempersiapkan haji tahun 2022,” ujarnya.

Mukti meminta agar para calon jemaah haji Kabupaten Mojokerto bisa mengambil hikmah positif dari keputusan pemerintah tersebut. Ia berharap, tahun 2022 mendatang calon jemaah haji Kabupaten Mojokerto bisa menunaikan ibadah haji dengan persiapan yang lebih matang lagi. Baik fisik, finansial, kesehatan, iman dan niat.

“Saya kira, mungkin Allah menilai manasik haji belum sempurna sehingga diberi waktu bisa menyempurnakan kembali atau mungkin secara finansial, kesehatan ada yang kurang atau bahkan niat jemaah haji dirasa kurang sempurna. Sehingga diberi waktu lagi agar bisa belajar kembali menyempurnakan itu supaya nanti saat diberikan waktu perbaikan di tahun 2022 menjadi haji yang sempurna,” harapnya. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar