Politik Pemerintahan

Kembangkan SMA/SMK, Pemprov Beri Pengurangan Pajak Perusahaan Mitra

Surabaya (beritajatim.com) – Untuk meningkatkan kualitas lulusan SMA/SMK Jatim, Pemprov Jatim kini tengah giat menjaring Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) untuk bermitra memberikan keahlian pada para siswa yang masih duduk di bangku sekolah.

Khususnya, untuk siswa SMK/SMA Double Track yang tengah diinisiasi Pemprov Jatim.

Tak tanggung-tanggung, Pemprov Jatim bakal memberikan kompensasi berupa pengurangan pajak bagi DUDI yang kerja sama memberikan kesempatan praktik kerja, pemagangan dan atau pembelajaran untuk SMA/SMK di Jatim.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Senin (29/7/2019).

Gubernur perempuan pertama Jatim ini mengatakan, pemberian kompensasi itu sesuai dengan aturan Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 2019. PP yang baru terbit bulan lalu tersebut mengatur tentang Penghitungan Penghasilan Kena Pajak dan Pelunasan Pajak Penghasilan dalam Tahun Berjalan.

“Kita menyambut baik keluarnya PP tersebut, DUDI yang bersedia menyelenggarakan praktik kerja, pemagangan atau pembelajaran berbasis kompetensi tertentu dapat diberikan pengurangan atau insentif pajak¬†super deduction¬†penghasilan bruto,” urai Khofifah.

“Besarnya pengurangan pajak itu paling tinggi 200 persen dari jumlah biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan praktik kerja, pemagangan dan atau pembelajaran,” lanjut wanita yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Sosial di Kabinet Kerja tersebut.

Dengan adanya regulasi ini, dikatakan Khofifah, pihaknya akan mendorong DUDI untuk memberikan fasilitas bagi SMA dan SMK di Jatim. Khususnya, untuk empat sekolah di Jatim yaitu SMK Negeri 4 Malang, SMK Negeri 11 Malang, SMK Negeri 5 Bojonegoro dan SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi Malang yang kini ditunjuk sebagai pilot project.

Masing-masing ditunjuk untuk kompetensi keahlian di bidang Ekonomi Digital, Animasi, Rekayasa Perangkat Lunak dan Teknik Pemboran Minyak dan Gas. Pemilihan empat sekolah tersebut dikatakan Khofifah adalah hasil penunjukan pemerintah pusat tepatnya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Jadi, ada hasil pertemuan dan koordinasi antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dengan sembilan provinsi pada hari Kamis (25/7/2019) lalu, disepakati bahwa akan ada perjanjian kerja sama (MoU) secara bersama-sama untuk DUDI menjalin mitra kerja sama dengan 17 SMK di 9 provinsi itu dalam bentuk magang dan atau pembelajaran,” kata Khofifah.

Sebanyak 17 SMK tersebut sekaligus dijadikan pilot project pengembangan sekolah untuk praktik kerja, pemagangan dan pembelajaran dalam rangka peningkatan kompetensi keahlian tertentu agar dapat menjadi tenaga kerja menengah yang terampil dan siap pakai.

Karena itu, pemprov bertekad untuk mendorong dan memfasilitasi DUDI bersedia bermitra dan kerja sama, serta membantu SMK dan SMA yang ditunjuk sebgai pilot project tersebut. Dengan memberikan fasilitas tersebut bagi para siswa, maka DUDI di Jawa Timur akan berkontribusi untuk ikut meningkatkan serapan tenaga kerja ketika siswa lulus dan mengurangi pengangguran. [tok/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar