Politik Pemerintahan

Kembangbelor Pacet Mojokerto Jadi Desa Tangguh Bencana

Pembukaan kegiatan pembentukan Desa Kembangbelor sebagai Desa Tangguh Bencana digelar di Balai Desa Kembangbelor, Selasa (16/2/2021).

Mojokerto (beritajatim.com) – Desa Kembangbelor di Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto dibentuk sebagai Desa Tangguh Bencana. Pembentukan Desa Kembangbelor sebagai Desa Tangguh Bencana Desa Kembangbelor berdasarkan kajian resiko bencana, ancaman yang ada serta kondisi topografi.

Ancaman bencana alam di Desa Kembangbelor yaitu Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), tanah longsor, Banjir Bandang (Bansor), pergerakan tanah dan angin kencang. Pembentukan Desa Kembangbelor sebagai Desa Tangguh Bencana menggunakan anggaran bersumber yang dari bantuan APBD Provinsi Jatim melalui BPBD Provinsi Jatim.

Pembukaan kegiatan pembentukan Desa Kembangbelor sebagai Desa Tangguh Bencana digelar di Balai Desa Kembangbelor, Selasa (16/2/2021). Kegiatan dihadiri Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jatim dan anggota DPRD Provinsi Jatim dari Komisi E.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jatim, Yanuar Rachmadi menekankan, jika ancaman bencana di sekitar cukup banyak. “Dan bila terjadi bencana yang bisa menyelamatkan adalah diri kita sendiri. Untuk itu, pelatihan menghadapi bencana bagi warga masyarakat sangat diperlukan. Tujuan akhirnya menangguhkan kemampuan desa guna menghadapi bencana,” ungkapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, Kabupaten Mojokerto saat ini menghadapi enam ancaman bencana hidrometerologi. “Antara lain, banjir, banjir longsor, air bah, angin kencang, angin puting beliung, kebakaran hutan, kebakaran lahan, kekeringan, erupsi Gunung Welirang dan gempa bumi dampak Sesar Waru,” jelasnya.

Di Desa Kembangbelor, pada tanggal 18 Februari 2020 pernah terjadi banjir yang menggenangi Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Umah serta banjir bandang yang merusak badan jalan belakang ponpes serta sarana prasarana jalan lainnya. Dari pengalaman tersebut serta sesuai peta rawan bencana yang ada, Desa Kembangbelor diusulkan untuk memperoleh bantuan pembentukan Desa Tangguh Bencana.

“Pelatihan Desa Tangguh Bencana di Desa Kembangbelor ini akan dilanjutkan pembentukan sekolah aman bencana, pondok, Madrasah Ibtidaiyah aman bencana dengan anggaran dari APBD Kabupaten Mojokerto. Sehingga Desa Kembangbelor bisa paripurna dalam menghadapi bencana. Tahun ini, kita baru mampu membentuk Desa Tangguh Bencana sebanyak 10 desa,” ujarnya.

Sementara target Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Mojokerto ada sebanyak 50 desa. Pada tahun 2021 ini, lanjut Zaini, akan dibentuk lagi dua desa sebagai Desa Tangguh Bencana. Untuk Sekolah Aman Bencana Baru di Kabupaten Mojokerto baru dua sekolah, sedangkan Perempuan Tangguh juga ada di dua wilayah. Yakni di Kecamatan Pacet dan Gondang. Puskesmas Tangguh ada di wilayah Kecamatan Gondang.

Sementara itu, anggota DPRD Provinsi Jatim, Suwanto menyatakan, pihaknya akan mengawal dan membantu menganggarkan pembentukan Desa Tangguh Bencana. “Insya Allah, setiap tahun ada 3 desa dibentuk sebagai Desa Tangguh Bencana melalui APBD Provinsi dengan target pembentukan oleh BPBD Kabupaten Mojokerto diharapkan cepat tuntas,” tuturnya.

Anggota Komisi E dari Fraksi Nasdem juga mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan karena masih dalam masa pandemi Covid-19. Pembukaan kegiatan Desa Tangguh Bencana Ditutup dengan pembagian masker dan penanaman pohon di bantaran sungai yang melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, relawan desa, TNI/Polri, BPBD dengan fasilitator nasional. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar