Politik Pemerintahan

Kembali Beroperasi, TPA Karangdiyeng di Mojokerto Dijaga TNI, Polri, dan Satpol PP

Beberapa aparat mengamankan pengoperasian TPA Karangdiyeng.

Mojokerto (beritajatim.com) – Ratusan personel TNI/Polri beserta Satpol PP Kabupaten Mojokerto mengamankan pengoperasian Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Karangdiyeng di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Pengamanan digelar karena adanya penolakan warga sekitar jika TPA Karangdiyeng.

Warga Dusun Jaringansari, Desa Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto menolak TPA Karangdiyeng karena polusi udara. Sehingga pengoperasian di hari pertama TPA Karangdiyeng, Jumat (4/6/2021), ratusan personel TNI/Polri dan Satpol PP Kabupaten Mojokerto berjaga di lokasi.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin mengatakan, Pemkab Mojokerto sudah melakukan pendekatan secara persuasif kepada warga terkait TPA Karangdiyeng. “Pada bulan puasa lalu, Ibu Bupati buka puasa dan menggelar dialog dengan warga terkait keinginan warga,” ungkapnya.

Masih kata Didik, pertemuan tersebut ditindaklanjuti dengan pertemuan lanjutan di Pemkab Mojokerto. Dari pertemuan tersebut, warga menyampaikan beberapa tuntutan seperti meminta perbaikan akses jalan, penerangan, Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi warga tidak mampu dan bantuan sembako serta air bersih.

“Tuntutan warga ini langsung mengakomodir Ibu Bupati tapi butuh perencanaan, Kabag Pembangunan langsung turun mengukur jalan. Insya Allah jika masih bisa, ikut PAK tahun ini. Kalau tidak ya tahun depan, akan dicukupin apa yang menjadi keinginan mereka. Harapan Ibu, karena ini proyek pemerintah yang sudah dianggarkan dan TPA kita hanya satu sudah overload,” katanya.

TPA Belahan Tengah di Kecamatan Mojosari sudah overload sehingga TPA Karangdiyeng harus dibuka. Pemkab Mojokerto melakukan pendekatan persuasif ke warga Desa Jurangsari, meski diakui masih satu dua warga yang tidak menginginkan TPA Karangdiyeng beroperasi. Harapannya, warga tahu program pemerintah untuk masyarakat secara keseluruhan.

“Kalau mereka menolak, menghadang, mereka berhadapan dengan pemerintah. Pemerintah ini tujuannya tidak untuk memaksakan kehendak tapi untuk pembangunan. Dari itu, kemudian pendekatan persuasif dan tentukan hari ini lakukan pembuangan pertama. Hari ini, tidak terlalu banyak karena awal hanya 9 truk,” ujarnya.

Dari sembilan truk yang membawa sampah tersebut langsung dipilah untuk mengedukasi masyarakat bahwa sampah ada nilai ekonominya. Didik menjelaskan, ada pengepul yang sudah siap menerima sampah-sampah hasil pilihan tersebut. Dari hasil pendekatan persuasif tersebut, warga juga meminta agar dilibatkan dalam pemilihan sampah.

“Makanya ini kita libatkan, harapannya ke depan bisa bergabung di situ. Kita kemarin menampung aspirasi mereka, jika bau akan kami minimalis. Sampai airnya tercemar maka akan kita tindaklanjuti, dengan bantuan air bersih. Tapi dari sisi letak TPA ini kan lebih rendah, juga ada geo membran yang fungsinya tidak mencemari tanah dan dialirkan ke IPAL. Sehingga kecil pencemarannya karena sudah ada antisipasi,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, masyarakat Dusun Jaringansari, Desa Karangdiyeng sudah mengerti jika TPA Karangdiyeng untuk hajat hidup orang banyak terkait pembuangan sampah yang ada di wilayah Kabupaten Mojokerto. “Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan bantuan pengamanan,” ujarnya.

Pemkab Mojokerto meminta bantuan pengamanan ke TNI/Polri terkait kegiatan beroperasinya kembali TPA Karangdiyeng. Pasalnya, sebelumnya ada penolakan warga yang dimungkinkan karena adanya miss komunikasi. Pihaknya menghimbau kepada warga masyarakat, jika ada masalah mengarah ke tindak pidana bisa dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Sehingga masalah itu jelas, tidak simpang siur dan tidak dijadikan menjadi salah satu upaya warga masyarakat untuk tidak mengikuti kegiatan yang mana di sini adalah untuk pemerintah dan kesehatan bersama. Pengamanan dilaksanakan dalam kondisi sinergitas TNI/Polri, Satpol PP dalam kondisi kondusif dan warga mengerti,” paparnya. [tin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar