Politik Pemerintahan

Kemarau, Baru Lima Desa di Bojonegoro yang Ajukan Droping Air Bersih

Dokumentasi droping air bersih yang dilakukan BPBD Bojonegoro.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro baru menerima permintaan dropping air bersih selama musim kemarau tahun ini dari lima desa. Termasuk hari ini penyaluran air bersih dilakukan di tiga desa.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro Yudi Hendro mengatakan, distribusi air bersih tersebut dilakukan sesuai dengan permintaan pemerintah desa.

Distribusi air bersih yang dilakukan hari ini di Desa Ngorogunung, Kecamatan Bubulan, Desa Butoh, Kecamatan Ngasem dan Desa Sumberharjo, Kecamatan Sumberrejo. “Pertangki distribusi air bersih itu sebanyak 5.000 liter,” ujarnya, Senin (7/9/2020).

Permintaan dropping air bersih itu mulai bulan ini. Rencananya besok BPBD Bojonegoro juga akan melakukan dropping air bersih di Desa Desa/Kecamatan Ngasem. Minimnya permintaan dropping air bersih ini, karena sesuai dengan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim penghujan lebih panjang.

Sesuai dengan laporan prakiraan cuaca yang diterima BPBD dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Juanda Surabaya menyebutkan bahwa puncak musim hujan terjadi pada bulan Maret akhir. Dengan demikian intensitas hujan lebih tinggi dan lebih sering. Sedangkan musim kemarau akan datang pada Agustus.

Sementara ancaman kekeringan selama musim kemarau mengacu pada 2019. Sesuai dengan data tahun lalu, daerah yang rawan terjadi kekeringan selama musim kemarau tersebar di 79 desa dari 22 kecamatan. [lus/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar