Politik Pemerintahan

Keluh Kesah PKL Depan RSUD Jombang yang Hendak Direlokasi

PKL depan RSUD Jombang berada di jalur yang hendak dibangun pedestrian dan drainase, Sabtu (10/4/2021). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – PKL (pedagang kaki lima) yang ada di depan RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Jombang sedang gelisah. Mereka harus angkat kaki dalam waktu dekat ini dari tempatnya berjualan.

Hal itu menyusul adanya pembangunan trotoar dan drainase di sepanjang Jl KH Wahid Hasyim. Pembangunan dimulai pada 14 April 2021. Jalur sepanjang 2,1 kilometer itu hendak dipercantik dengan konsep pedestrian. Tentu saja, PKL tidak boleh lagi mengais rezeki di kawasan tersebut.

Kegelisahan itu salah satunya dirasakan Lifa (37), pedagang kopi gerobak di depan RSUD Jombang sebelah selatan. Lifa sudah mendengar kabar itu. Bahkan seluruh PKL juga sudah dikumpulkan oleh dinas terkait.

Lifa sebenarnya berat. Karena pelanggan warung kopi miliknya sudah banyak. “Kalau pindah tempat, nanti cari pelanggan baru. Kami hendak dipindahkan ke bekas kantor Dinas Kesehatan atau di belakang pojok RSUD Jombang,” kata Lifa, Minggu (11/4/2021).

Meski berat, namun Lifa tidak bisa berbuat banyak. Apalagi, bukan hanya dirinya yang diminta pindah dari depan RSUD Jombang. Namun seluruh PKL yang jumlahnya sekitar 60 pedagang. “Mau bagaimana lagi, ini keputusan pemerintah. Lagian yang pindah bukan hanya saya, tapi semua pedagang,” kata warga Desa Sengon, Kecamatan/Kabupaten Jombang ini.

Kepala Dinas Perkim (Perumahan dan Pemukiman) Jombang Heru Widjajanto membenarkan rencana relokasi PKL depan RSUD tersebut. Menurut Heru, hal itu karena pembangunan trotoar dan drainase di sepanjang Jl KH Wahid Hasyim segera dilakukan.

Awalnya, lanjut Heru, ada tiga lokasi yang dipilih dinas untuk relokasi para PKL. Pertama, di sepanjang Jl Dr Soetomo, yang notane tempat relokasi PKL alun-alun Jombang. Namun di tempat tersebut tidak memungkinkan karena lokasinya sudah penuh.

Kemudian, di Jl Pattimura dan Jl Kusuma Bangsa Jombang. Namun lagi-lagi dua lokasi tersebut juga tidak memungkinkan karena penuh. “Akhirnya kami mencarikan tempat di bekas kantor Dinas Kesehatan Jombang. Para PKL sudah kita kumpulkan untuk sosialisasi relokasi tersebut,” ujar Heru.

Heru mengatakan, Kantos Dinas Kesehatan Jombang sendiri dipindah ke bekas kantor STIKES Pemkab Jombang di Jl Dr Soetomo. Sedangkan STIKES Pemkan dipindah ke gedungnya sendiri yang ada di kawasan Pandanwangi, Kecamatan Diwek.

Heru mengungkapkan, sebenarnya mega proyek rehabilitasi drainase dan trotoar Jl KH Wahid Hasyim ini perencanannya pada 2019. Kemudian dilaksanakan 2020. Namun karena ada pandemi Covid-19, proyek dengan anggaran Rp 20 miliar ini ditunda. Anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Nah, baru pada 2021, proyek tersebut dilanjutkan lagi. Bahkan saat ini sudah proses lelang dan sudah ada pemenangnya. Proyek rehabilitasi drainase dan trotoar ini pengerjaannya dimulai 14 April 2021 hingga 13 November 2021. Atau selama tujuh bulan.

Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jombang ini menambahkan, pembangunan trotoar dan drainase tersebut dibagi menjadi empat seksi. Seksi pertama, mulai Ringin Contong – Perempatan Tugu. Seksi pertama ini didominasi pertokoan, kawasan kuliner, serta perkantoran swasta. Kemudian seksi dua mulai Perempatan Tugu – Perempatan RSUD Jombang. Kawasan ini didominasi perkantoran swasta dan toko.

Lalu seksi tiga mulai Perempatan RSUD Jombang hingga Perempatan Kebonrojo, yang didominasi Perkantoran Pemerintah. “Terakhir seksi empat, mulai Perempatan Kebonrojo hingga Taman Mastrip. Kawasan ini juga didominasi perkantoran dan toko,” kata Heru. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar