Politik Pemerintahan

Keluh Kesah Penghitungan Suara Tingkat Kecamatan di Banyuwangi

Banyuwangi (beritajatim.com) – Rekapitulasi penghitungan suara tingkat kecamatan di Banyuwangi telah dimulai. Berbagai macam tantangan harus dihadapi oleh penyelenggara.

Minimnya lokasi tempat penghitungan suara di kantor kecamatan menjadi alasan. Sehingga, beberapa penyelenggara memilih melakukan penghitungan di tempat lain.

“Jumlah kelurahan di Banyuwangi Kota ini ada 18, tempat pemungutan suara berjumlah 349 TPS. Kalau dihitung jumlah kotaknya ada 1.750 kotak. Tempat di kecamatan kurang memadai, sehingga kita memindahkan lokasi penghitungaj di aula Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba),” kata Divisi Hukum Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Banyuwangi Kota, Subhan Firmansyah, Selasa (23/4/2019).

Selain itu, kata Subhan, penghitungan hasil pemungutan suara yang berjumlah banyak juga dinilai mampu menguras tenaga dan waktu. Tak sedikit para penyelenggara pemilu di tingkat kecamatan ini, merasa lelah maupun letih.

“Mengantisipasi kelelahan dari pada teman-teman yang lain, kami dalam satu hari melakukan penghitungan suara. Contoh, satu hari presiden, satu hari DPR RI, kemudian DPD dan seterusnya dan seterusnya,” katanya.

Sejauh ini, cara itu efektif untuk meminimalisir tingkat kecapekan dan stres yang dialami oleh petugas. “Kita tidak ingin ada hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi. Kita juga membagi rekapitulasi penghitungan ini menjadi 4 tempat. Semuanya menggunakan alat proyektor,” ujarnya.

Tak hanya itu, penyelenggara juga mendatangkan petugas kesehatan dari Puskesmas setempat untuk check up kesehatan para petugas. Selain itu, mereka juga mendapat tambahan suplemen dan vitamin. “Karena aktivitas kita ini full ya, mulai pagi biasanya sampai jam 9 malam. Bahkan, ada yang sampai pagi lagi,” katanya.

Kecamatan Wongsorejo Standby Ambulans
Kondisi yang nyaris sama dilakukan oleh para penyelenggara pemilu di Kecamatan Wongsorejo. Menanggapi keluhan para petugas PPK maupun Panwascam beserta saksi yang mulai lelah, pihak kecamatan setempat menerjunkan petugas kesehatan lengkap dengan mobil ambulans.

“Kemarin itu kita telah cek kesehatan para petugas bekerja sama dengan Puskesmas Wongsorejo. Ini mengantisipasi kecapekan dan stres yang dialami oleh petugas,” kata Camat Wongsorejo, Sulistyowati, Selasa (23/4/2019).

Menurutnya, aktivitas petugas pemilu ini cukup tinggi dan banyak tekanan. Sehingga perlu perhatian untuk kesehatannya. “Kemarin diperiksa diabetnya, kolesterol dan diabet. Jadi, kalau kondisi agak drop kemudian diberi obat dan istirahat. Kita juga standby satu mobil ambulance 24 jam,” kata camat.

“Ini sekaligus mengantisipasi kejadian di tempat lain yang banyak terjadi penyelenggara sakit bahkan meninggal dunia,” pungkasnya. [rin/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar