Politik Pemerintahan

Keluh Kesah Kades Raci Tengah Terkait BPNT

Gresik (beritajatim.com)– Kepala Desa (Kades) Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Gresik, Mahrus, membeberkan program bantuan pangan non tunai (BPNT) yang diterima masyarakat di desanya.

Pada Jumat (17/7/2020), Desa Raci Tengah melakukan distribusi program dari Kementerian Sosial. Dalam pelaksanaannya, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melakukan penggesekkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) di balai desa setempat.

Mekanismenya, bank penyalur melalui agen datang langsung ke balai desa lengkap dengan membawa mesin EDC dan paket sembako. Karena agennya dari desa sebelah. “Kadang suplier-nya juga ikut,” ujar Mahrus.

Menurut Mahrus, paket sembako yang disalurkan bulan ini kualitasnya jauh lebih baik dari tiga bulan sebelumnya. Terutama kualitas beras. “Sebelumnya sangat jelek, bahkan ada kutunya,” papar Mahrus.

Mendapati hal itu, dirinya mengaku pernah melayangkan protes kepada pihak suplier. Namun, yang bikin jengkel, bukannya mendapat sambutan baik untuk mengganti atau sekedar memberi penjelasan baik. Ia malah mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan.

“Saya pernah protes untuk minta ganti, karena kondisinya sangat jelek dan hampir keseluruhan. Lah, malah balik mengancam saya dengan mengaku orang dekat bupati dan pejabat,” ucapnya.

Mahrus menjelaskan, protes itu dilakukan karena kualitas dan kuantitas tidak memenuhi kriteria sebagai sumber kebutuhan protein nabati dan hewani, karbohidrat, vitamin serta mineral. “Yang jadi sasaran protes tentu saja orang yang di bawah, tidak jarang kami mendapat keluhan, kadang harus mengganti dulu. Mau gimana lagi,” paparnya.

Kejadian seperti itu, tidak membuat serta merta KPM menerima. Jika bantuan datang, masyarakat berebut memilah dan memilih bantuan terlebih dahulu. Hal itu mungkin dilakukan masyarakat untuk mencari paket yang masih segar atau mencari kuantitas yang paling banyak. Terutama dalam memilih jenis buah atau sayur.

“Tidak apa-apa tidak dapat lauk, yang penting berasnya kualitas top. Jumlahnya juga sesuai dengan nominal Rp 200 ribu,” tukasnya.

Di Desa Raci Tengah sendiri tercatat sebanyak 143 KPM. Setelah sebelumnya hanya 115 KPM, karena ada pandemi Covid-19 akhirnya jumlah penerima ditambah.

Sementara, munculnya dugaan BPNT di Kabupaten Gresik yang disunat kian santer di media massa. Belakangan, muncul informasi mengenai salah satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang akan dicoret dari daftar penerima bantuan.

Namun, informasi tersebut dibantah oleh Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik, Sentot Supriyohadi.
“Tidak ada KPM yang dicoret. Permasalahan paling banyak ya saldo nol. Itu pun karena berbagai macam penyebab,” tegasnya

Sentot pun menjelaskan mekanisme kalau memang ada KPM yang namanya dicoret dari daftar penerima bantuan. Hal itu bisa saja karena nama KPM tersebut mendapat bantuan ganda. Ia mencontohkan KPM yang mendapat bantuan BPNT dan JPS secara bersamaan.

“Secara otomatis namanya akan tercoret dari daftar penerima bantuan JPS yang bersumber dari dari APBD. Kalau untuk bantuan ganda aturannya sudah jelas, tidak boleh,” pungkasnya. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar