Politik Pemerintahan

Keluarga Pasien Covid-19 Gunakan Hak Pilih di Pilbup Malang

Anggota KPPS 07 Ardirejo, Kepanjen saat di rumah isolasi pasien Covid-19.

 

Malang(beritajatim.com) – Keluarga pasien positif dan suspek Covid-19 di Kabupaten Malang menggunakan hak suaranya di Pilbup Malang, Rabu, 9 Desember 2020. Mereka didatangi oleh anggota PPS Ardirejo dan Anggota KPPS 07 dan KPPS 04 Ardirejo, Kepanjen, Malang ke rumah masing-masing tempat mereka menjalani isolasi mandiri.

Ketua PPS Ardirejo Muhammad Fairuz, mengatakan sesuai laporan KPU ke PPK yang diteruskan ke PPS. Total ada 9 orang yang telah menjalani isolasi mandiri. Di wilayah TPS 07 ada 7 orang, satu meninggal dunia karena Covid-19, dua positif Covid-19 dan empat kontak erat. Yang memiliki hak suara hanya empat. Kemudian di TPS 04 ada dua orang yang dinyatakan positif Covid-19.

“Data yang kami terima kemarin itu ada 9 orang. 9 orang itu ada dua orang yang di TPS 4 yang melaksanakan isolasi dan punya hak suara. Di TPS 07 ini ada 4 orang yang punya hak suara 2 orang masih anak-anak, 1 meninggal dunia,” ujar Fairuz.

Sebelum datang ke rumah isolasi mandiri. Petugas KPPS wajib menggunakan APD lengkap. Seperti baju hazmat, sarung tangan, faceshield, dan sepatu boots. Kotak suara, kertas suara hingga bantalan pencoblosan juga disendirikan. Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dilakukan secara ketat.

“Karena didalam pemilihan itu hanya ada satu kotak dan kemarin kami itu dari KPU bahwa proses pemungutan suara di rumah isolasi untuk surat suara kami masukkan kedalam kotak yang bersegel. Dan ada satu orang dari KPPS yang melayani dengan menggunakan standar protokol kesehatan yang sudah ditentukan,” tutur Fairuz.

Anggota KPPS 07 Ardirejo yang bertugas ke rumah isolasi adalah Tinton Alfi. Tinton mengungkapkan sebagai anggota KPPS tugasnya adalah melayani pemilih dalam menentukan hak pilihnya termasuk pasien Covid-19. Dia pun memberanikan diri ke rumah isolasi mandiri dengan APD yang telah disediakan.

“Kita harus menyelesaikan kewajiban kita memberikan aspirasi dari mereka untuk mencoblos. Awalnya sih ditunjuk KPPS. Jadi ini agar mereka bisa menyampaikan aspirasinya. Saya tetap jaga kondisi tubuh jaga kebersihan. Habis tugas saya bersihkan tubuh,” tandas Tinton. (luc/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar