Politik Pemerintahan

Keluarga Mahasiswa Tersangka Perusakan Gedung DPRD Jember Minta Maaf

Jember (beritajatim.com) – Keluarga MRE, salah satu mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mandala yang menjadi tersangka kasus perusakan gedung parlemen, mendatangi kantor DPRD Jember, Jawa Timur, Selasa (17/11/2020).

MRE adalah salah satu dari lima tersangka yang diamankan polisi dalam aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law, 22 Oktober 2020 lalu, karena melempari gedung Dewan dengan batu. Akibatnya sejumlah kaca jendela gedung parlemen pecah. Dia sudah ditahan selama 15 hari.

Dalam rapat dengar pendapat, ayah dan ibu MRE meminta maaf kepada Ketua Komisi A Tabroni. “Mereka juga berharap agar laporan di kepolisian dicabut,” katanya.

Tabroni mengatakan, pimpinan dan anggota DPRD tidak melaporkan siapapun. “Tapi kalau sekretariat Dewan, karena mereka yang bertanggung jawab terhadap fasilitas negara ini, mungkin saja (mereka melaporkan). Tapi ini bukan delik aduan, tapi delik biasa. Maka Polres Jember tetap memproses kasus ini,” katanya.

Achmad Syarifuddin, kuasa hukum keluarga MRE, berharap agar ada penangguhan penahanan, karena MRE masih berstatus mahasiswa baru. “Kami berusaha menjembatani keinginan keluarga dengan apa yang bisa disinergikan antara pimpinan Dewan dengan Kapolres,” katanya.

Syarifuddin berharap agar masalah hukum menghambat cita-cita MRE. “Apalagi mereka tidak paham, apa yang namanya berdemokrasi harus seperti apa,” katanya.

Tabroni mengatakan, pimpinan DPRD Jember bisa menemui Kepala Polres Ajun Komisaris Besar Arif Rachman Arifin untuk meminta penangguhan penahanan bagi MRE. “Lalu kita berharap anak ini dibebaskan sebenarnya, karena sudah kurang lebih dari dua minggu ditahan,” katanya.

Tabroni mengatakan, aksi unjuk rasa sah dan dilindungi konstitusi, asalkan tidak merusak. “Namun memang kapasitas pendemo memang berbeda. Seharusnya demo atas nama Aliansi Jember Menggugat ini ketika ada yang ditahan polres, mereka tidak (boleh) berlepas tangan, mereka (perlu) bertanggungjawab memfasilitasi bertemu DPRD dan polres. Hari ini kan yang datang keluarga. Di mana Aliansi Jember Menggugat? Mereka harus bertanggungjawab. Sama sekali tidak ada komunikasi sampai sekarang,” katanya. [wir/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar