Politik Pemerintahan

Pilkada Sidoarjo 2020

Kelana-Dwi Astutik Tegaskan Pentingnya Transparansi Pengelolaan Anggaran

Sidoarjo (beritajatim.com) – Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Kelana Aprilianto–Dwi Astutik menegaskan pentingnya transparansi dalam kegiatan pemerintahan, termasuk dalam pengelolaan anggaran.

Sehingga tidak terjadi korupsi atau penyalahgunaan wewenang yang kerap terjadi di pemerintahan. hal tersebut dismpaikan Paslon Nomor 3 Kelana-Astutik dalam acara Debat II Pilkada Sidoarjo, Selasa (17/11/2020).

“Transparansi berarti masyarakat dapat memantau dan mengontrol kebijakan publik yang diambil pemerintah Kabupaten Sidoarjo, termasuk implementasinya dalam bentuk proyek serta pengadaan barang dan jasa,” kata Kelana.

Selain itu, menurut pasangan Kelana-Astutik, mereka akan menerapkan upaya pencegahan dan pengawasan agar tidak terjadi korupsi pada pemerintahannya, bila mereka terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo.

Sebelumnya, Kelana-Astutik menyampaikan perlunya koordinasi dengan para penegak hukum, yang dapat memberikan supervisi agar aparat pemerintah dalam mengelola anggaran tidak menabrak aturan hukum dan prosedur.

“Hal ini penting, agar aparat pemerintah tidak merasa takut mengambil keputusan dan bisa mengoptimalkan anggaran yang dikelola,” tambah Dwi Astutik yang ada disampingnya.

Dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sekitar Rp 5,3 triliun, Pemkab Sidoarjo sebenarnya memiliki keleluasaan anggaran dalam membangun Sidoarjo. Anggaran sebesar itu bisa membawa Sidoarjo lebih baik.

Namun kenyataannya, APBD Kabupaten Sidoarjo selalu memiliki Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA). Kondisi ini bahkan terjadi selama empat tahun berturut-turut, dengan SILPA mencapai Rp 1 triliun setiap tahunnya. “Ini berarti anggaran yang tidak terserap mencapai 20 %,” terang Kelana dengan prihatin. (isa/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar