Politik Pemerintahan

Kelana-Dwi Astutik Programkan Penguatan Sektor Pendidikan

Sidoarjo (beritajatim.com) – Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Kelana Aprilianto-Dwi Astutik memiliki target memperbaiki pendidikan di Sidoarjo melalui program penguatan pendidikan formal dan non formal.

Hal itu diungkapkan saat ditemui dalam acara ‘Lokakarya Penguatan Pendidikan Inklusif Jawa Timur’ yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Jatim yang berkolaborasi dengan Dewan Pendidikan Jatim di Hotel Narita, Surabaya, Rabu (4/11/2020).

Cawabup Dwi Astutik mengungkapkan bahwa pendidikan inklusif di Sidoarjo merupakan salah satu sisi dari sektor pendidikan yang harus diperhatikan oleh pemerintah.

“Jika diamanati ke pendopo nanti, Pendidikan Inklusif di Sidoarjo akan kami upayakan lebih mendapat perhatian. Terlebih sistem layanan pendidikan yang mengatur agar difabel dapat dilayani di sekolah terdekat, di kelas reguler bersama-sama teman seusianya,” ujar Bunda Dwi.

Wanita yang juga anggota Dewan Pendidikan Jawa Timur ini menambahkan, tanpa harus dikhususkan kelasnya, siswa dapat belajar bersama dengan aksesibilitas yang mendukung untuk semua siswa tanpa terkecuali difabel.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Ramliyanto, SP. MP menjelaskan, masih ada beberapa masalah yang membutuhkan solusi terkait Pendidikan Inklusi di Jawa Timur. Diantaranya adalah tidak ada dukungan politik, pemahaman masyarakat yang kurang terkait pendidikan Inklusi.

“Selain dibutuhkan skill dan ilmu, dibutuhkan sentuhan hati untuk menjadi guru difabel. Pemerintah juga harus hadir disitu,” pungkas Ramliyanto.

Sentuhan pemerintah daerah sangat dibutuhkan. Selama tidak ada perhatian pemerintah maka pendidikan inklusif tidak akan berkembang. [isa/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar