Politik Pemerintahan

Kekurangan Air, Lahan Tembakau di Sumenep Tak Bisa Ditanami

Sumenep (beritajatim.com) – Sejumlah lahan tembakau di Kabupaten Sumenep kering dan tidak bisa ditanami. Padahal seharusnya, pada Minggu kedua bulan Mei 2019 sudah masuk masa tanam tembakau.

“Sesuai hasil pendataan sementara, petani tembakau di Sumenep ini lambat melakukan penanaman. Akibatnya, banyak lahan yang tidak bisa ditanami karena lahan sudah mengeras. Harusnya, pada dekade kedua bulan Mei, petani sudah bisa memulai tanam tembakau,” kata Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian Holtikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Sumenep, Abd Hamid, Senin (08/07/2019).

Ia memaparkan, keterlambatan penanaman itu karena mayoritas petani masih manfaatkan lahannya untuk tanaman lain seperti jagung dan padi, sehingga masa tanam tembakau bergeser.

Ketika terlambat menanam tembakau, petani banyak yang mengeluh karena lahan yang biasa ditanami tidak bisa digarap akibat terlalu kering.

“Supaya lahan itu bisa digarap, maka harus diberi air terlebih dahulu. Tapi kalau air digunakan untuk pembasahan lahan, berarti akan mengurangi jatah air yang digunakan untuk menyiram tembakau. Ini yang memberatkan petani,” ucapnya.

Ploting area tanam tembakau tahun 2019 sebesar 21.893 hektar dengan target produksi sebanyak 14 ribu ton. Sedangkan kebutuhan bibit sekitar 547.325.000 batang.

“Namun melihat kondisi di lapangan, kemungkinan areal lahan yang ditanami tembakau tahun ini lebih rendah dibanding tahun lalu,” ucap Hamid.

Dari 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep, lokasi penanaman tembakau ada di 17 kecamatan. (tem/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar