Politik Pemerintahan

NU dan Pilkada Jember (3)

Kekuatan ‘Sang Sikat Parlemen’, Bani Shiddiq, dan Alqodiri

Jember (beritajatim.com) – Minggu (30/8/2020). Ratusan orang memenuhi lingkungan Yayasan Pendidikan Islam Bustanul Ulum, Kecamatan Pakusari. Muhammad Balya Firjaun Barlaman dan Ifan Ariadna Wijaya untuk pertama kali bertemu dalam acara resmi musyawarah kerja Pengurus Cabang NU Jember. Firjaun adalah mustasyar PCNU Jember, dan Ifan diundang oleh tuan rumah acara.

Firjaun dan Ifan sama-sama berkontestasi dalam pemilihan kepala daerah Jember tahun ini sebagai calon wakil bupati. Kebetulan Ifan adalah santri Pondok Pesantren Ash-Shiddiqi Putra yang diasuh Firjaun. Dan hari itu, Ifan dengan takzim mencium punggung tangan Firjaun layaknya santri terhadap kiai. Ifan tetap menganggap Firjaun sebagai guru, dan perbedaan urusan politik tak menganulir posisi tersebut. Dia tahu bagaimana adab seorang santri.

Namun terlepas dari itu, pertanyaan pun mengapung: ke mana dukungan warga NU akan berlabuh? Akankah kepada Firjaun yang mendampingi Hendy Siswanto, ataukah kepada Ifan yang mendampingi Abdus Salam? Kedua pasangan calon sama-sama didukung partai berlatar belakang NU: Hendy-Firjaun didukung PPP dan Salam-Ifan didukung PKB.

Jika disederhanakan ada empat faksi yang berpengaruh secara sosial politik di kalangan nahdliyyin Jember, yakni Keluarga Talangsari atau Bani Shiddiq, Ponpes Alqodiri yang diasuh KH Muzakki Syah, Bani Itsbat, dan Pengurus Cabang NU Jember dan Kencong. Selama bertahun-tahun, aspirasi politik mereka seringkali berbeda-beda, begitu juga tahun ini.

Keluarga Talangsari atau Bani Shiddiq adalah keluarga besar keturunan KH Shiddiq, salah satu ulama ternama NU. KH Achmad Shiddiq, putra KH Shiddiq, adalah Rois Aam Pengurus Besar NU pada era kepemimpinan KH Abdurrahman Wahid, yang dikenal sebagai tokoh yang berjasa ‘mendamaikan ketegangan tafsir ideologis’ antara Islam dan Pancasila. Talangsari adalah nama kawasan pusat kota Jember, tempat pondok pesantren Bani Shiddiq berada.

Firjaun adalah putra KH Achmad Shiddiq kelahiran 12 Februari 1968. “Firjaun itu bermakna ‘sikat’. Sikatnya kuda, pembersih kaki kuda. Barlaman artinya parlemen. Dulu waktu saya lahir ada pembersihan parlemen dari oknum komunis,” katanya.

Nama adalah doa. Firjaun yang selama bertahun-tahun lebih banyak tinggal di Kediri daripada di Jember, pernah menadi anggota DPRD Kabupaten Kediri 1999-2004. Dia kemudian anggota DPRD Jatim 2004-2009.

Pengaruh keluarga Talangsari lebih banyak di kalangan NU perkotaan atau nahdliyyin urban. Keluarga ini sangat dihormati di Jember dan memiliki jejaring politik yang kuat. Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Jember, Madini Farouq, adalah keponakan Firjaun.

Keberhasilan PPP meraih lima kursi DPRD Jember pada pemilu 2019 setelah sebelumnya hanya memiliki tiga kursi, menunjukkan kepiawaian politik Madini. Mesin politik PPP yang terbukti sukses dalam pemilu 2019 inilah yang akan kembali dihidupkan Madini untuk pemenangan sang paman.

Faksi berpengaruh berikutnya adalah Pondok Pesantren Alqodiri yang diasuh KH Muzakki Syah. Sebagaimana pesantren Bani Shiddiq, Alqodiri juga berada di kawasan pusat kota, yakni Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang. Putra Muzakki, Fadil, adalah pendukung awal Hendy Siswanto dan legislator DPR RI dari Fraksi Nasdem untuk Daerah Pemilihan Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso.

KH Muzakki Syah memiliki banyak pengikut dan dikenal dekat dengan kalangan elite politik pemerintahan republik ini. Sejumlah tokoh seperti Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla, Prabowo Subianto, dan banyak nama lain menemuinya setiap kali berkunjung ke Jember.

Acara pengajian manakib yang digelar setiap bulan oleh Muzakki juga menyedot massa ribuan orang. Sebagian berasal dari luar Kabupaten Jember, bahkan dari luar negeri.

Selain Fadil, jejaring politik Alqodiri dibangun oleh salah satu santri yang kemudian mendirikan pondok pesantren sendiri, Muhammad Fawait. Politisi Partai Gerindra ini berhasil mendulang dukungan 185.938 suara di Jember dalam pemilu tahun lalu, sehingga bisa melenggang masuk gedung DPRD Jawa Timur. Jumlah pemilih Fawait untuk DPRD Jatim lebih besar daripada tanda gambar Gerindra yang dicoblos 68.792 orang.

Jejaring Alqodiri ini bergerak untuk pemenangan pasangan Hendy-Firjaun. Fawait kini bisa leluasa, karena Gerindra sudah satu gerbong dengan Alqodiri setelah sebelumnya sempat mendukung calon bupati Djoko Susanto. Dia akan menjadi ujung tombak andalan untuk meraup suara bagi Hendy-Firjaun, terutama di kawasan Jember bagian selatan. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar