Politik Pemerintahan

Kekalahan PKB Berkali-kali dalam Pilkada Jember akan Dievaluasi

Jember (beritajatim.com) – Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tidak pernah memenangi pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember sejak 2000. Namun Wakil Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKB Jawa Timur Thoriqul Haq mengatakan, ukuran pilkada bukan hanya kemenangan.

“Ukurannya bukan soal menang atau tidak, tapi ukurannya konsolidasi politiknya. Kita punya berbagai hambatan politik. Dinamika politik Jember sangat dinamis,” kata Thoriqul, usai membuka Musyawarah Kerja Cabang PKB Jember, di Hotel Luminor, Minggu (23/5/2021).

Menurut Thoriqul, ke depan ini akan dievaluasi. “Bahwa mekanisme politik yang harus dilakukan PKB adalah mekanisme politik yang mengakomodasi kekuatan politik di Kabupaten Jember menjadi kekuatan bersama,” katanya.

Tahun 2000, PKB mencalonkan KH Yusuf Muhammad dalam pilkada. Namun pemilihan melalui parlemen ini dimenangi Samsul Hadi Siswoyo. Pilkada 2005, PKB terpecah. Samsul Hadi Siswoyo yang direkomendasikan Dewan Pimpinan Pusat PKB yang diketuai KH Abdurrahman Wahid justru kalah dari MZA Djalal, calon yang diusung DPC PKB Jember.

Tahun 2010, PKB mencalonkan pensiunan polisi Guntur Ariyadi yang berpasangan dengan Ketua PCNU Jember Abdullah Syamsul Arifin. Kali ini kembali dikalahkan calon petahana. Lima tahun kemudian, PKB kembali kalah saat mencalonkan mantan sekretaris daerah Sugiarto. Terakhir pada 2021, PKB berkoalisi dengan PDI Perjuangan mencalonkan Abdussalam. Lagi-lagi kekalahan kembali menghampiri. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar